Kawans Dizaz, tentunya pada sepakat bahwa penyesalan itu datangnya selalu diakhir dan sudah sangat terlambat untuk mengawalinya dengan hal yang sama persis.

Kalau menurut saya, menyesal boleh-boleh aja sih, namanya juga pernah merasakan kebersamaan dalam beberapa waktu.

Yang tidak boleh itu, kalau kita berlarut-larut dalam rasa sesal tersebut. Apalagi untuk sesuatu yang sudah dilepas kepergiannya, sudah diikhlaskan dengan berbagai pertimbangan.

penyesalan datangnya diakhir dan terlambat
katanya, kalau datang di awal namanya pendaftaran, bukan penyesalan 😛 .

Masa iya kita terus menerus sibuk membahas, coba dulu saya ga begitu, coba dulu menurunkan sedikit ego, coba dulu ga egois. Lah, yang disesali udah melenggang jauh, masa kita masih muter-muter di situ aja? Rugi banget atuh.

Tak mudah memang untuk memulai kembali, tapi itu salah satu cara untuk menemukan sebuah ikatan yang baru lagi. Belajar menerima sebuah hubungan lagi. Tidak langsung klop, butuh penyesuaian, tapi yakin itu akan memberikan warna baru dalam hidup.

Caranya, tinggal membuka diri, pikiran, dan hati pada sesuatu yang baru. Mulai membuat kisah kebersamaan lagi, membuat kenangan yang nanti di masa depan akan dikenang dalam sebingkai senyuman.

Seperti menurut mereka yang bijak, cara termudah untuk melupakan rasa sakit putus cinta, bukan dengan merutuk perpisahan itu sepanjang waktu dan berusaha tampak tegar. Tapi dengan mulai mencintai lagi, bukan pada orang yang sama, tapi pada orang yang patut menerimanya.

Butuh waktu, tapi yakin bahwa sakit yang disebabkan cinta, juga akan dibebaskan oleh cinta. Obat dari rasa penyesalan juga sama, mulai sebuah tindakan baru 🙂 .


Contoh kasus penyesalan datangnya terlambat adalah kasus saya sebagai admin blog saat memperpanjang domain dot me.

Yang empunya nama, yang namanya dijadikan nama blog ini, sudah mengingatkan untuk diperpanjang saja, karena sangat sayang, sudah digunakan dari Oktober 2014. Orang-orang terdekat yang saya mintain pertimbangan juga menyayangkan kalau domain ga diperpanjang.

Saya yang merasa keteteran dalam mengurus blog, juga merasa sayang karena blog lebih banyak dianggurin.
Saya sempat merasa bimbang, ragu, dan gundah, tapi juga merasa sayang karena blog ga keurus. Saya sibuk nonton film animasi, drama, anime, tapi tak satu pun hasil tontonan yang dijadikan bahan tulisan.

Akhirnya, saya putuskan melepaskan domain yang sudah digunakan selama enam tahun terakhir. Saya tidak memperpanjang domain dot me lagi.

Setelah masa tenggang perpanjangan domain habis, saya mulai kepikiran, kenapa saya begitu berhitung pada domain blog yang sudah memberikan jauh lebih banyak dari hanya sekedar untuk membayar domain. Nama blog juga sudah melekat dengan pembaca setia blog ini juga. Saya pun menyesal, hiks.

Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur. Nama domainnya sudah mempunyai pemilik lain, hiks.

Per tanggal 20 Maret 2021 ini, saya akhirnya memutuskan memilih domain baru. Tapi, situasinya sudah tidak sama seperti dulu lagi.

Sekarang, tidak cukup dengan membeli nama domain doang di wordpress untuk bisa dijadikan nama utama blog. Kita harus membeli salah satu paket yang ada, baru nama domain tersebut bisa ditampilkan. Apes deh. Nyesel berkali-kali ga tuh, perubahan domain yang harus dibayar ‘mahal’.

Ya sudah, mikir dulu, mau milih yang mana, yang penting, sudah mempunyai nama baru. Tinggal mau dipergunakannya kapan. Tak perlu terburu-buru, sebab sudah takkan pergi lagi, hoho.


So, kawans, kalau kamu berada dalam dilema yang mirip, dengan situasi dan permasalahan yang tentunya tak sama, sebelum mengambil sebuah keputusan, coba dipertimbangkan dengan matang ya. Kalau sudah diambil, timbul sedikit penyesalan, biasa. Hidup harus terus berlanjut 🙂 .

Selamat menemukan cinta yang baru, tanpa berlama-lama menyesali yang sudah pergi.