Mohabbatein episode sebelumnya sudah pada nontonkan? Ruhi tidak ingin Ishita terlihat seperti wanita kuno seperti yang diocehkan Shagun. Ruhi mengajak Raman untuk membelikan Ishita sebuah gaun. Raman sengaja membelikan Ishita gaun ukuran small. Ia bermaksud mengerjai Ishita yang akan melakukan apa saja permintaan Ruhi. Ishita tak kehilangan akal, ia pun memperbesar ukuran gaun warna hijau pilihan Ruhi tersebut hingga pas di badannya.

Raman yang hendak meeting ke Mumbai ternyata pesawatnya delay dan terpana melihat Ishita dalam balutan gaun hijau yang dikiranya takkan muat itu. Raman pun tahu kalau Ishita sudah merombak itu gaun. Ia pun melepaskan kancing bajunya dan pura-pura mencari kotak penyimpanan alat jahit. Ishita tanpa sengaja mengatakan bahwa kotak itu ada ditempatnya setelah dia menaroh semalam setelah memperbesar gaunnya.

Raman pun tersenyum lebar dan menunjukkan kecurangan Ishita. Ishita mau menjahitkan kancing baju Raman yang sengaja dilepas itu. Raman maunya Ishita menjahitkan kancingnya tanpa melepas pakaiannya, jadilah mereka berdiri berhadapan dan saling tatap, diiringi musik Yeh Hai Mohabbatein.

Raman pun berbisik, “kau tidak punya kekuatan untuk menerima kesalahanmu. Kau akan minta maaf dan menerima kenyataan bahwa kau gemuk.”

Ishita menusukkan jarum yang dipegangnya ke badan Raman. Raman tetap ngoceh, “kau harus melihat diri sendiri, kau begitu gemuk.”

Ishita mengatakan sebaliknya, lihat dari sisimu, coba dari belakang. Aku melihat kau memperhatikanku.

Raman tetap mengatakan bahwa ia selalu melihat Ishita saat memberikan ceramah panjang, ia melihat semua hal itu saat itu. Aku mau berangkat sekarang selama dua hari, rawat diri, lain kali kau perlu seprei untuk menutupi tubuhmu. Ishita pun bergumam, “aku begitu gemuk.”

Raman meminta Parmeet untuk siap. Ia akan membuat proyek untuknya ketika kembali.

Ruhi bicara pada Raman agar pulang cepat, “apa ayah melihat Ishita Ma dengan gaun hijau.”

Raman mengiyakan. Ruhi bilang kalau ia akan merindukan sang ayah.
Raman pun bilang kalau ia juga akan merindukan Ruhi dan janji kembali dalam dua hari.

Ruhi meminta Ishita mengenakan gaun lagi dan datang bersamanya. Ishita menolak, ia tak ingin punya kebiasaan seperti itu. Ruhi menegaskan kalau Ishita harus menurutinya. Ishita tak bisa menolak, “ok bos.”

Ruhi menenangkan Ishita agar kalem dan mengajak menemui Nenek dari Ishita (Amma Madhu).

Mohabbatein Parmeet Menggoda Ishita

Raman sudah sampai Mumbai, bersiap untuk pertemuan penting.
Ashok juga ada. Kerjasama di dapatkan Raman dan Ashok bergabung sebagai mitra junior.

Ashok merasa gengsi, “apa ini! Aku bisa melakukan sendiri!”
Pemodal bilang, “melihat catatan anda, kami pikir kami tidak akan memberikan kontrak ini.”
Raman setuju untuk bermitra dengan Ashok.
Ashok masih coba bernegosiasi, “ini proposalku, bagaimana anda mengambilnya dariku.”
Nyonya Smith menjelaskan, “Raman adalah yang terbaik.”
Raman melihat kearah Ashok.
Ashok kesal dan datang mendekati Raman. Raman menunjukkan ekspresi ngejek. Mereka pun berfoto bersama.

Dikediaman Bhalla, Parmeet melihat bapak dan ibu mertuanya sedang sibuk di kamar mereka. Ia terbayang Ishita yang mengedakan gaun ala barat. Ia pun bertanya pada pembantu tentang keberadaan Ruhi.

Parmeet kemudian bergumam, “ini kesempatan baik, tidak ada yang mengawasiku. Aku harus menemui Ishita.”

Dia menelpon Sarika yang mengatakan ia pasiennya. Sarika mengatakan sedang meninggalkan rumah. Ia bertanya bagaimana kabarmu, kau bekerja dengan baik atau apa yang bisa kubantu. Parmeet mengakhiri panggilan. Ia tertawa mesum.

Simmi datang menemui Parmeet dan mengatakan ia akan nonton serial favoritnya bersama ibu. Sammi pun beranjak.
Pelayan pun pamitan pada Parmeet akan keluar rumah.
Parmeet semakin senang, semua orang sibuk, tidak ada yang memberikan waktu untuk Ishita kecuali dia.

Di Mumbai, Ashok dan Shagun datang ke pesta. Ashok menemui semua orang. Raman bertemu Nyonya Smith. Shagun bertemu dengan temannya yang datang dari AS dan sudah tak bertemu selama 10 tahun, Ranveer.

Ranveer bertanya tentang Raman, “aku melihat seorang pahlawan, tidak ada yang berpikir Raman akan datang ke tempat ini, cinta mu mendukungnya.” Raman langsung nyahut, “kau salah.” Ia memeluk Raman.

Raman menjelaskan, “dia meninggalkanku. Kami sudah bercerai sekarang. Dia adalah pacar Ashok. Aku menikah lagi. Kau harus mengetahui hidupku, dia tidak baik.” Raman memuji Ishita, “dia tidak meninggalkanku saat aku dalam kondisi buruk.”

Shagun beranja ke tempat Ashok yang dilihatnya sedang menggoda seorang gadis.
Shagun marah pada Ashok, “aku tidak percaya ini. Kau menggodanya”
Ashok cuek, “aku melihatmu memeluk pria itu dan Raman juga disana denganmu.”

Sementara itu, Raman mengambil minuman ringan, “aku berjanji pada putriku untuk berhenti minum.”
Shagun mendengar itu. Pelayan membawakan paneer. Shagun langsung bilang, “ia tidak makan paneer.”
Raman nyahut, “seleraku sudah berubah,” dan memakan paneer. Ini membuat Shagun terkejut.

Shagun merasa tak nyaman, ia pamit pada Ashok akan pergi ke kamar Aditya. Ashok masih sibuk menggoda.

Si rumah Bhalla, Parmeet mengambil hadiah yang dipersiapkan untuk Ishita, “datanglah Ishita, aku sedang menunggumu dengan cemas. Suamimu tak mengkhawatirkanmu. Jadi aku yang akan melakukan semuanya.” Ia pun memperlihatkan senyum nakal.

Ishita pulang dan menuju kamarnya. Parmeet memeluknya. Ishita terkejut, “siapa ini, tinggalkan aku.” Ishita semakin terkejut saat mengetahui itu ulah Parmeet, “bagaimana kau bisa begitu berani. Tinggalkan aku.”

Ishita menunjukkan wajah marah dan mendorong Parmeet, “bagaimana kau berani masuk kamarku!”

Parmeet pura-pura bego, “aku minta ma’af. Aku pikir kau Simmi. Maaf, saya datang untuk memberikan ini, mengambil hadiah ini.”

Ishita nyahut, “jangan sentuh aku, jangan bermain sandiwara. Aku mengerti apa yang kau maksud. Aku bisa melihat tidak ada kekeliruan, aku bukanlah gadis yang hanya diperlakukan begini akan diam. Aku akan berbicara dengan Simmi sekarang.”

Parmeet sekali lagi memohon maaf.
Ishita mendorongnya dan keluar.
Parmeet cemas dan menyusul untuk menghentikannya. Ishita datang ke Simmi sambil menangis.

Simmi bingung, “apa yang terjadi?”
Ishita tersedu, “aku malu untuk mengatakannya, minta penjelasan pada suamimu apa yang terjadi.”
Parmeet nyahut, “mengapa kau memperpanjang hal itu. Benar-benar, aku?”

Nyonya Toshi nyahut, “apa begini cara berbicara dengan menantuku.”
Simmi kembali menanyakan apa yang terjadi.

Ishita menjelaskan, “aku sangat berat mengatakannya, aku telah memperlakukannya dengan baik dan menghormatinya, tapi ia mengambil keuntungan dariku.” Ishita menceritakan semuanya.

Simmi dan Nyonya Toshi terkejut. Parmeet tegang. Ishita bersuara, “aku memberitahu mereka apa yang kau lakukan.”

Parmeet mulai membela diri, “coba kau pikir Simmi, apa aku bisa melakukan ini. Aku kira kau yang ada dalam ruangan.”

Simmi merespon, “ya, aku mengatakan padanya aku pergi ke dalam.”
Ishita coba jelaskan dengan menunjukkan hadiah yang disodorkan Parmeet sebelumnya, “mengapa dia datang padaku dengan hadiah ini.”
Sammi bersuara, “Parmeet.”

Permeet ngeles, “aku membeli ini karena dia sudah banyak berbuat baik padaku, dia salah paham.”
Simmi pun menegur Ishita.

Ishita menegaskan, “ini tidak boleh terjadi di rumah siapapun, perempuan memiliki martabat. Tidak ada wanita yang membela pria seperti ini. Mengapa dia memelukku dari belakang.”

Parmeet kembali ngeles, “aku pergi untuk mengejutkan Simmi.”
Simmi percaya pada ucapan Parmeet.
Nyonya Toshi juga membela, “Parmeet tidak seperti yang kau katakan. Keluarga kami terhormat.”
Parmeet semakin menunjukkan sikap tidak bersalahnya.

Simmi membela suaminya, “kau tidak bisa menyalahkan dia.”
Ishita hanya menjawab, “kau tahu aku selalu memikirkan yang terbaik untukmu. Kau tidak akan percaya padaku, aku tidak akan berbohong padamu. Kita wanita dan memahami saat disentuh.”

Episode Mobabbatein Parmeet Mengooda Ishita berikutnya: