Kawans, sinopsis detail Uttaran ini ditujukan bagi penggemar serial ini yang ga sempat nonton. Kalo yang udah nonton, pasti tahu ceritanya yaa 🙂 .

Sinopsis episode sebelumnya, di hari 13 kematian Ichcha, Tapasya tau kalau sahabatnya itu sudah meninggal. Ia juga tahu kalau Meethi tidak sedang berbulan madu.

Sementara itu, keluarga Akash yang merasa terdesak karena Jogi Thakur dan Rathore bisa mencapai kediaman mereka di desa serta mengetahui bahwa Vishnu suami Meethi ternyata bernama Akash, Maiyya memutuskan untuk segera menyudahi hidup Meethi di tengah hutan. Ia pun memberi tugas itu pada Akash dengan alasan akan mengantar Meethi menemui ibunya. Meethi yang lugu dan tulus mencintai suaminya, tak punya praduga apapun. Hanya Kajri yang mencemaskannya.

Cerita lengkapnya, baca di tulisan ini, Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya.

Meethi yang baru terbangun dari jip, akan turun begitu melihat Vishnu ternyata sedang berdiri di pinggir danau. Akash kembali dan memeluknya, Metehi bahagia. Ia mengatakan jika dia merasa takut. Akash heran, kenapa harus merasa seperti itu disaat ia ada bersamanya, “Vishnu bersamanya setiap detik, menit, apa yang bisa terjadi dengannya.”

Uttaran Setelah Ichcha Meninggal Akash Dalam Dilema Mengantar Meethi Pulang

Akash menetap Meethi nanar.
Meethi jadi bertanya kenapa melihatnya seperti itu, dengan malu. Meethi menyimpulkan Akash pasti lapar dan bermaksud mengambil kotak makan siang. Akash memegang tangannya dan menarik ke pelukannya.

Akash melepaskan pelukan dan mengatakan kalau mobil rusak, pertama ia akan perbaiki, setelah itu baru makan. Meethi mengangguk setuju.

Di Aatishgarh, Kajri sedang melayani Nirhbay sambil membathin, “semua orang mengatakan dia akan pulang ke rumah orangtunya, tapi aku tidak mengerti akan kemana mereka. Ia juga ingat ucapan Maiyya pada Akash “dia begitu bersemangat untuk bertemu ibunya seolah-olah akan pergi ke surga.”

Kajri semakin mengkhawatirkan nasib Meethi. Semua orang mengatakan hal yang sama, tapi pasti ada sesuatu makna berbeda dibalik ucapan mereka, “apakah Meethi pulang dalam bentuk nyata, atau ada konspirasi dibalik semua ini. Pada siapa ia harus bertanya? Siapa yang akan mengatakan yang sebenarnya?”

Kajri melihat ke Nirbhay, sambil terus membathin, “dia bahkan tidak mau mengatakan langsung. Apa yang harus ku lakukan?”

Nirbhay menegur Kajri agar melakukan hal yang benar, sedang memikirkan apa. Kajri ragu untuk menanyakan kemana tujuan Meethi. Mumbai terlalu jauh dari desa mereka. Dimana posisinya sekarang.

Nirbhay menyelidik, “mengapa? Apa kau merasa tidak nyaman tanpa dia? Haruskah aku mengirimmu juga? Akash akan mengirimnya ke tempat yang tepat sekarang, ke ibunya.”
Kajri menanyakan arti Meethi bagi Nirbhay.
Nirbhay marah dan bangkit sambil memperingatkan Kajri agar tetap diam atau ia akan menamparnya. Ia mengusir Kajri, membiarkan ia tidur damai setidaknya untuk beberapa jam.

Di perjalanan dari Aatishgarh, Meethi menawarkan bantuan pada Akash, apa yang bisa ia perbuat. Akash memintanya duduk di belakang stir dan menyalakan mesin mobil. Meethi beranjak. Akash terus melepas kabel untuk pengapian. Keduanya seakan bekerjasama untuk menyalakan jeep. Mesin mobil tetap tidak nyala. Akash mengatakan agar mereka bertukar tempat, meminta Meethi untuk memberitaunya kalau melihat percikan di mesin mobil.

Akash kemudian duduk di belakang stir, ia mengeluarkan pisau dari dashboar. Sementara Meethi terus bersuara agar jangan mulai dulu. Akash malah melamun, mengkilas balik ucapan Maiyya, “pisau ini direndam dalam darahku. Kau bersumpah dengan darah ibu, untuk membunuh Meethi.”

Akash kemudian turun, pisau sudah terselip dibelakang celana jinsnya. Tanpa bersuara, ia diam-diam jalan dan berdiri dibelakang Meethi. Meethi sibuk melihat mesin, ia kemudian menyadari ada orang berdiri dibelakangnya dan terkejut, mengatakan kalau ia tak menyadari saat Vishnu jalan ke belakangnya.

Vishnu bertanya apa Meethi takut.
Meethi menyangkalnya sambil tersenyum. sekarang yang ia pikirkan bagaimana akan bisa pulang ke rumah. Bagaimana kalau minta bantuan seseorang. Kemudian melihat sekeliling dan khawatir karena tidak ada sesiapapun. Siapa yang akan membantu mereka.

Akash menunjukkan jalan pintas ke arah hutan. Ia menunjukkan wajah ragu, apa Meethi takut. Meethi dengan yakin menjawab bahwa Vishnu bersamanya, tidak ada yang perlu ditakutkan. Kemudian ia minta tunggu sebentar, ia akan mengambil kotak makan siang mereka. Mereka bisa makan saat merasa lapar. Pergi mengambil ke laci dashboard dan mencium aroma makanan buatan Kajri.

Di Aatishgarh, Kajri membuat almond khidir, sambil terus membathin, “pasti ada alasan lain dibalik pengiriman Meethi pulang. Aku harus mencari tau alasan dibalik ini.”
Kajri mengingat saat ia bertanya pada Meethi kenapa pulang mendadak.

Meethi memberitaunya bahwa Maiyya yang telah mengatakan pada Vishnu hingga mereka memutuskannya segera. Kajri juga mengingat ucapan Maiyya yang tegas pada Aksh saat berpamitan, “kau tidak boleh melupakan tujuanmu. Kirim Meethi ke ibunya.”

Kajri menyimpulkan, semua ucapan itu ke arah yang sama, Metehi dalam bahaya. Bertanya pada Gomti, sama aja mengundang murka harimau betina. Mencari tau lewat Pavitra jauh lebih baik karena ia tidak bisa mengunci mulutnya, selalu keceplosan. Kajri pun mengambil semangkok khidir dan pergi dari dapur.

Dalam perjalanan dari Aatishgarh, Meethi dan Akash berjalan diatas batu. Meethi akan terpeleset saat Akash sigap memegangnya. Akash sok perhatian, apakah Meethi baik-baik saja. Meethi pun tersenyum manis, “tidak ada yang bisa terjadi padaku selama kau disisiku.”
Akash mengingatkan Meethi untuk jalan hati-hati dan memegang tangannya.

Di Aatishgarh, Pavitra sedang mencabut uban dikepalanya saat Kajri muncul. Kajri pun menawarkan semangkok khidir yang diterima Pavitra dengan senang hati.

Kajri mulai berbicara seperti memainkan teka teki saat Pavitra bertanya apa sedang ada perayaan atau ulang tahun seseorang. Kajri menjawab dengan wajah meyakinkan, “ya, itu adalah rahasia besar.”

Pavitra terpancing, “tidak ada yang bisa menyimpan rahasia dariku. Aku tahu segalanya.”
Kajri dengan wajah polosnya mengatakan mungkin bua (Ekadashi) lupa memberitaunya.

Pavitra menunjukkan itu takmungkin, “aku tahu semuanya dari awal, ketika Meethi akan datang. Apa yang akan terjadi saat ia tinggal dan sekarang kepulangannya. Tidak ada yang tersembunyi dariku. Aku bahkan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Kajri terus memancing Pavitra, “aku tak yakin kau tahu semuanya. Kau tidak mengatakan kebenaran.”
Pavitra melotot, “ya Dewa, Ram Naam, yang akan terjadi pada Meethi, Itu yang kau maksud?” (Ram umumnya dinyanyikan saat membawa mayat ke area kremasi di India dan Nepal. Ucapan itu menunjukkan bahwa mayat tidak lagi bernafas. Mayat tanpa nafas atau Ram Nam, tidak memiliki nilai apapun). Kajri jadi gelisah sekaligus khawatir.

Kajri kemudian bersuara, “ya, itu saja.”
Pavitra menyebutnya bodoh, semua itu terjadi di depan matanya. Maiyya telah meminta Akash bersumpah dengan darahnya untuk membunuh Meethi. Ia akan membawanya ke hutan sekarang, melakukan apa yang perlu dilakukan. Balas dendam Jiji sekarang akan terpenuhi.”

Kajri ingin tahu, “Meethi? Apa yang dia lakukan? Dia tidak bisa menyakiti siapapun.”
Pavitra menjelaskan, “bukan Meethi, ibunya.” Pavitra pun menceritakan semuanya. Kajri seperti orang sakit. Pavitra meminta satu mangkok khidir lagi untuknya. Kajri keluar.

Dalam perjalanan dari Aatishgarh, Meethi dan Akash datang ke tempat dimana mereka bisa mendengar gema. Meethi berteriak, “Vishnu, aku mencintaimu.”
Akash tersenyum dan meminta Meethi untuk terus berjalan. Meethi menunjukkan wajah merajuk, “aku ga kuat jalan.”
Akash duduk ditanah, kilas balik ucapan Maiyya, “yang ingin hidup, ibu atau putri Ichcha?” Akash semakin dalam dilema sambil terus menatap Meethi.

Di Aatishgarh, Agarth memuji Ekadashi untuk sandiwaranya meyakinkan Akash kemarin. Dia memainkan trik yang baik.
Maiyya pun mengatakan jika ia sudah menunggu untuk membalas dendam pada Ichcha, tapi ia meninggal. Tapi, putrinya masih hidup. Seseorang harus menahan rasa sakit. Keluarga Ichcha akan menumpahkan jumlah air mata seperti yang kulakukan setelah suamiku meninggal.
Agarth mengangguk. Maiyya kesal sambil membetulkan selendangnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :