Kawans pencinta Uttaran, kita lanjutkan lagi detail cerita serial Uttaran simopsis, episode setelah Ichcha meninggal, yaitu pencarian Meethi setelah dinikahi Akash alias Vishnu palsu, yang diketahui oleh Rathore bahwa kedua pengantin itu tidak pernah bulan madu ke Swiss seperti yang dikira keluarga.

Detail cerita meninggalnya Ichcha, bisa kawan baca di tulisan yang ini, Uttaran: Akhir Kisah Cinta & Persahabatan Ichcha-Veer-Tapasya secara umum (detik-detik meninggalnya Ichcha).

Keluarga Vishnu palsu setelah mendapat kabar dari Surbhi tentang meninggalnya Ichcha di hari holi, mengadakan pesta, sebagai bentuk syukur bahwa mereka tak perlu repot-repot memikirkan cara untuk melenyapkan Ichcha, Dewa sudah menjalankan sendiri, dan di detik-detik meninggalnya, Ichcha jauh dari putri kesayangannya, Meethi.

Keluarga Vishnu palsu berusaha membuat Meethi mengikuti pesta yang mereka lakukan.

Uttaran Episode Pencarian Meethi Setelah Ichcha Meninggal

Maiyya (Ekadashi) mengatakan pada Agarth bahwa dia tidak perlu berpikir bagaimana untuk membalas dendam pada Ichcha. Tidak pernah terpikirkan bahwa putri Ichcha akan menari saat kematiannya. Disini, Meethi menari, dan dari atas sana, ibunya harus mengawasinya dengan sedih. Dia menari diatas kematian ibunya. Pikiran seperti ini memberiku kedamaian luar biasa.

Meethi menghampiri Maiyya dan menyentuh kakinya. Maiyya pun memberi berkatnya dengan mendoakan semoga panjang umur. Ia pun memuji Meethi bahwa ia belum pernah melihat tarian seperti tari itu. Meethi menari dengan indah.

Meethi jadi tersipu malu di puji oleh ibu mertuanya. Ia belum pernah melihat ibu mertuanya sebahagia hari ini, hingga ia tidak bisa menahan diri untuk menanyakan perayaan yang sedang mereka lakukan saat ini untuk apa. Semua yang ada diruangan terdiam.

Maiyya mengatakan bahwa 30 tahun, ia harus mendengar kabar baik ini setelah 30 tahun,, sangat lama.
Meethi masih tak mengerti, “30 tahun,, saya bisa pahami, tapi apa kabar baiknya?”
Maiyya mengatakan bahwa musuh tertua keluarganya meninggal.

Meethi terkejut, “itu berarti aku menari-nari diatas kematian seseorang?” Meethi menangis, “perayaan ini, semua ini,, ada yang meninggal,, perayaan ini karena alasan itu?”
Maiyya merespon tanpa perasaan, “kau menari juga. Aku merasa begitu baik.”
Meethi tetap merasa perbuatannya salah, “tapi aku menari-nari di kematian seseorang.”
Maiyya cuek, “lalu apa?”
Meethi masih menangis, “itu adalah dosa. Oh, Dewa apa yang telah ku lakukan.”
Akash menatap Meethi dengan tatap heran, ada yang berubah dengan tatapannya.
Meethi terus menangis, “bagaimana aku bisa melakukan ini, bagaimana aku bisa melakukan dosa ini.”

Akash jadi sedih melihat Meethi yang menangis. Meethi berjalan menuju kamarnya. Akash coba untuk mengejar, tapi Maiyya menahannya, “biarkan dia menangis. Dia harus menangis atas kematian ibunya. Lihat Ichcha, aku membuat putrimu menangis pada kematianmu, ku harap kau senang.”
Akash hanya bisa mengkhawatirkan Meethi.

Di kamar, Meethi mempertanyakan keluarga suaminya, “orang macam apa mereka ini. Jika itupun musuh, itu juga manusia. Mereka harus merayakannya, tapi apa perlunya aku dilibatkan. Aku jadi marah pada diriku sendiri.”

Meethi mengatupkan kedua tangannya di depan dada dan meminta ampun pada Dewa, “siapapun anda, aku tahu kau bisa mendengarku. Aku minta maaf. Aku melakukannya tanpa sadar. Harap anda memaafkanku. Aku hanya berharap anda beristirahat dalam damai.”

Di rumah keluarga Thakur, Damini meminta maaf pada foto Ichcha, “Ibu tau, jiwamu merindukan anak-anakmu. Ibu tidak pernah bisa membawa Yuyraj kesini, tapi asthi Visarjan akan dilakukan oleh Meethi aja. Ini adalah janji ibu padamu.”

Semua yang mendengar, berlinang air mata, hanya Surbhi yang tersenyum tipis.

Jogi bersuara pelan pada Rathore bahwa ini saatnya untuk menemukan Meethi. Rathore meyakinkan Jogi dan berjanji akan membawanya kembali, dimanapun Meethi berada. Mereka pun berjabat tangan.

Kanha masuk ruangan, duduk disamping foto Ichcha, memanggil ibunya itu.
Damini meminta panditji untuk menjaga Kalash asthi. Semua prosesi harus dilaksanakan. Memberitau yang ada, harus tetap ada yang di ruangan, menyalakan diya 4 kali dalam sehari sambil melakukan pooja pagi dan sore. Semua harus berhati-hati untuk tidak melakukan apapun yang mungkin menyakiti jiwa Ichcha atau menghentikannya mencapai keselamatan.

Di Aatishgarh, Maiyya datang ke kamar Meethi, pura-pura baik, “apa yang terjadi menantu? Kau meninggalkan pesta. Semua orang sedang menunggu di bawah. Kembali dan selesaikan tarian, buat kami bahagia.”

Meethi mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukannya. Akash heran dengan keberanian yang ditunjukkan Meethi.

Meethi mengatakan bahwa ia tidak ingin menari. Maiyya menanyakan alasannya, apa pergelangan kakinya terkilir atau ada sesuatu. Jangan sampai mengecewakan semua orang. Akash coba mengajak Meethi juga. Meethi menunjukkan wajah tegas.

Akash berusaha menengahi dengan alasan mungkin Meethi lelah, dia akan menyusul. Maiyya melotot pada Akash.

Meethi menegaskan pada Akash yang masih dikiranya Vishnu, “tidak Vishnu, aku tidak lelah, tapi aku tidak mau turun. Ini melawan nilai-nilaiku. Kau tau sendiri, saat ulang tahunku, salah satu tetanggaku meninggal. Anni membatalkan semua perayaan. Saat itu aku begitu marah dan kesal padanya. Tapi Anni menjelaskan bahwa tetangga itu sama dengan seseorang dari rumah mereka sendiri, bahkan sekalipun musuh yang meninggal, tidak boleh ada perayaan apapun. Aku dibesarkan tidak dalam tradisi ini.”

Meethi kemudian mengatupkan kedua tangannya ke arah Maiyya, “apa yang telah ku lakukan oleh kesalahanku. Mohon maafkan aku, aku tidak bisa datang. Aku tidak akan mengambil bagian dalam semua ini.” Ia kemudian keluar ruangan.

Maiyya kemudian berbicara pada Akash bahwa Meethi berbicara banyak, Tidak tau bahwa hatinya penuh dengan kebencian pada Ichcha dan kebencian ini akan membakar putrinya sekarang. Akash dengan enggan hanya bisa mengangguk.

Meethi turun ke ruangan dan berdiri di depan patung Shiwa. Ia melipat tangannya dan berdoaa. Sementara Akash mengawasi dari koridor atas.

Akash terngiang ucapan Meethi yang mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam perayaan semua ini. Akash jadi berpikir, “apa yang terjadi denganku? Maiyya sudah bilang bahwa aku tidak bisa membujuk Meethi. Maiyya sudah bersedih dalam tahun yang panjang dan alasannya Ichcha. Tapi, tidak tahu mengapa, aku merasa bahwa Maiyya salah dan Meethi benar. Aku sudah menjadi yatim dari kecil, dan hari ini Meethi menjadi piatu. Aku kehilangan ayahku dan dia kehilangan ibunya. Lalu apa perlunya untuk membalas dendam sekarang? Aku tidak bisa membedakan siapa yang benar atau salah, Maiyya atau Meethi.”

Akash menarik nafas, masih sibuk dengan pikirannya, “alasan pernikahan ini adalah balas dendam, tapi sekarang tidak ada alasan meninggalkan. Kenapa sekarang? Tapi tidak, aku tidak bisa berubah sekarang. Aku tahu Maiyya tidak pernah bisa salah.” Akash berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak mungkin salah.

Di rumah Thakur, Damini menempatkan Kalash asthi di sebelah tanaman tulsi dan diya di sebelahnya. Surbhi memanggil dari balkon, “semua orang di dalam, mengapa kau disini sendirian? Anda masuk ke dalam dan istirahat, aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkan diya tertiup angin.” Damini pun mengangguk sedih, kemudian keluar ruangan.

Surbhi bergumam, “diya ini akan selalu menyala”, tapi sambil nyengir berusaha meniupnya, tapi tak behasil. Surbhi berusaha mematikan diya dengan tangannya, tapi tangannya malah terbakar, ia melompat menahan sakit.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :