Kawans, mari kita intip kelanjutan dari kisah Uttaran agak detail setelah lompatan waktu 18 tahun dan Ichcha bebas dari penjara.

Jika kawans penasaran dengan detail lengkap cerita sebelumnya, bisa dibaca ditulisan yang ini ya: Uttaran: Episode Ichcha Meraih Cinta Anak-Anaknya – Yuvraj Mencoba Memperkosa Mukhta

Mukhta yang sudah diselamatkan Ichcha dari balas dendam Yuvraj, memohon ma’af pada Ichcha dengan memanggilnya “Maan”, kemudian berlutut menyentuh kaki Ichcha.

Ichcha bilang agar tak mengatakan apa-apa. Mukhta menjelaskan bahwa dia sudah melakukan kesalahan. Ichcha memeluk Mukhta, satu anaknya yang diasuh dari kecil yang sebelumnya menjauh, cintanya sudah bisa diraih. Damini memperhatikan ibu dan anak asuh itu berpelukan.

Uttaran Yuvraj Mengetahui Ibu Kandungnya

Ichcha kemudian berdiri dan mengangkat Mukhta. Mukhta semakin salut dengan Ichcha, “aku tidak bisa memahamimu, mencoba merebut kebahagiaanmu, menghinamu dan anda masih menyelamatkanku? Aku benar-benar merasa buruk.”

Ichcha menaroh jarinya di mulut Mukhta, “sstt,, jangan mengatakan hal seperti itu lagi. Siapa bilang kau buruk? Kau sangat manis. Seorang anak tidak pernah buruk di mata seorang ibu. Dan tugas seorang ibu untuk menyelamatkan anaknya, kau, seperti anak perempuanku.”

Mukhta semakin merasa bersalah, “aku tidak tau kau memberiku kehidupan lain. Mengapa tidak kau ceritakan padaku?”

Ichcha menenangkan Mukhta, “lupakan hal yang sudah berlalu.”
Mukhta masih menumpahkan penyesalannya, “Papa bilang semuanya, tetapi aku tidak mendengarkan dia, saya lebih percaya Nani saat itu. Papa mencoba untuk membuatku mengerti, tapi aku malah ingin percaya racun kebencian.”

Ichcha kembali mengingatkan Mukhta untuk melupakan hal-hal yang disebabkan oleh kebencian. Kita membutuhkan cinta dalam hidup. Dia sudah bisa melihat air mata kebenaran di mata Mukhta hari ini.

Mukhta masih tersedu dalam sesal, “aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri. Kau tidak tau apa yang telah kulakukan? Aku yang mengirim semua pesan tersebut ke ponsel Meethi. Akulah orang yang mencoba membuat jarak antara kau dan Meethi. Tidak ada orang lain selain aku,, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.”

Ichcha memberitau bahwa ia tau segalanya. Mukhta terkejut. Ichcha menjelaskan, “Papamu menceritakan semuanya, itu bukan kesalahanmu. Seseorang menabur benih kebohongan dalam hatimu. Tak ada kesalahan anakku, aku sudah lupa segalanya. Dan, kau harus melakukan hal yang sama. Aku tidak akan mengatakan apa-apa pada siapapun, kau juga tidak akan mengatakan apapun. Bersumpahlah padaku.”

Damini menghapus air mata Mukhta, “jangan menangis seperti ini. Kau seperti ibumu,, babyji dan Ichaki adalah teman baik. Tuhan mungkin ingin kau dan Meethi juga menjadi teman baik seperti mereka. Itulah mengapa mengirimmu kembali ke kehidupan kami.”

Ichcha ingin menunjukkan sesuatu, mengambil patung Ganesha, kemudian berpesan pada Mukhta, “bawa dia selalu bersamamu, setiap kali au dalam dilema, coba mendengarkan kebenaran itu dari dua sisi. Dan berdoa pada Tuhan, dia akan menunjukkan jalan yang benar. Kau akan mendengarkan suara dari dalam hati dan ikutilah jalan yang benar itu.”

Di kediaman keluarga Bundela, Veer marah pada keluarganya, “Yuvraj tidak melihat jalan yang benar, dia mengikuti jalan yang salah. Hingga dia mencoba untuk menganiaya seorang gadis. Dia telah mencoba memperkosa gadis itu.” Semua yang mendengarkan jadi terkejut.

Gunwanti mulai membela cucu kesayangannya, “gadis itu berbohong, ia pasti mencoba menyalahkan Yuvi. Yuviku tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu.”

Veer coba menyadarkan ibunya itu, “setidaknya sekarang singkirkan tirai yang menutup matamu, bu. Aku melihat gadis itu, namanya Mukhta.”
Gunwanti ingat saat Yuvraj membawa Mukhta menemui mereka.

Amla nyahut, “gadis itu temannya. Ia pernah berkunjung menemui kami di rumah.”

Veer menjelaskan situasi kejadian, “gadis itu dari keluarga terhormat. Jika Teacherji tidak ada, aku tidak tau apa yang akan terjadi.”

Gunwanti sangat terkejut mendengar Veer menyebutkan Teacherji. Veer masih menambahkan ucapannya, “ya, dia satu-satunya saksi mata dari kejadian ini.”

Gunwanti terngiang ucapan Ichcha bahwa anak Gunwantilah yang telah memintanya menjadi guru. Ichcha tidak mengatakan apapun, jadi Gunwanti tidak perlu khawatir. Ichcha juga memastikan bahwa ia bilang ke Veer dia tidak mengenal Ichcha.

Gunwanti jadi berpikir, Teacherji berarti Ichcha. Ia tak habis pikir, Ichcha telah memberikan kesaksian untuk melawan Yuvraj.

Veer masih menceritakan apa yang dilakukannya dikantor polisi, “aku bertemu mereka dan meminta maaf. Selanjutnya aku menemui Yuvraj dan dia tidak merasa malu atas apa yang dia lakukan. Dia berpikir nenek akan datang dan membebaskannya.”

Veer menegaskan pada Gunwanti, “Bu, tidak saat ini. Tidak ada yang akan pergi untuk menyelamatkan dia keluar dari kasus ini. Siapapun yang pergi, aku akan memutuskan hubunganku dengannya selamanya.” Veer kemudian keluar ruangan. Amla mengikuti.

Gunwanti jadi berpikir-pikir, apa yang dilakukan Ichcha disana? Apa hubungan Ichcha dan Mukhta? Mungkinkah dia Mukhta yang sama? Ini berarti Mukhta cucunya Jhogi Thakur dan putri Tapasya. Itu berarti, Ichcha bersaksi melawan anak kandungnya sendiri? Gunwanti jadi sangat kesal.

Umed datang mendekat dan mengajak Gunwanti untuk menemui gadis itu dan keluarganya untuk meminta maaf. Mereka harus meminta maaf pada teacherji juga.

Gunwanti menumpahkan kemarahannya, “akar dari permasalahan ini adalah Teacherji. Dia pasti sudah mengatur sandiwara ini.”

Umed jadi heran, “mengapa dia melakukan itu? Apa yang akan dia peroleh dari semua ini?”
Gunwanti nyahut, “dia akan mendapatkan sesuatu! Karena teacherji adalah Ichcha. Ya, Ichcha.”

Umed coba menganalisa informasi yang disampaikan Gunwanti, “itu berarti saat Veer mencari Ichcha, ia bertemu teacherji yang adalah Ichcha sendiri?”

Gunwanti mengangguk, “Ya.”
Umed gondok melihat istrinya yang tak juga berubah, “dan mengetahui semua ini, kau menyembunyikan kebenaran dari Veer? Dari ku? Dia ingin sekali bertemu Ichcha, ibu macam apa kau ini?”

Gunwanti tidak mau disalahkan, “apapun yang ku lakukan, aku lakukan untuk melindungi anakku. Ichcha tidak memiliki tempat di rumah ini di masa lalu, dan dia tidak akan memilikinya sekarang! Dia ingin mengambil yuvraj dan membalas dendam pada kita. Itu sebabnya ia menciptakan semua sandiwara ini.”

Umed geleng-geleng, “Ichcha tidak akan mampu melakukan semua ini, dan kau tau itu!”
Gunwanti masih merasa benar, “aku tau, bahwa kita berdua tidak pernah bisa sepakat tentang masalah ini, karena kau menganggap dia seorang Dewi, dan aku tidak. Tapi ingat, aku tidak akan membiarkannya dekat dengan Veer atau Yuvraj. Dia tidak bisa kembali ke rumah ini.”

Saat Gunwanti menyampaikan ultimatumnya pada Umed, Amla sudah berada dalam ruangan itu lagi, dia mendengar sebagian ucapan mertuanya itu. Dia jadi bertanya, “siapa yang tak bisa kembali?”

Gunwanti menjelaskan, “kami sedang membicarakan relasi lama kami. Kau kembali saja menenangkan Veer.” Amla menjelaskan bahwa dia sudah menenangkan Veer dan memberitau serta mengingatkan bahwa Yuvraj hanyalah seorang anak,,”

Tiba-tiba Umed berteriak menyuruh Amla keluar dari ruangan. Amla terkejut. Umed menyalahkan istri Veer itu juga, “jika kau bisa memahami keseriusan masalah ini, maka Yuvraj tidak akan seperti ini dihari ini.”

Amla marah dipersalahkan, “apa yang ku lakukan dalam hal ini?” Umed semakin marah dan menyuruhnya keluar. Amla keluar.

Umed kemudian melanjutkan pembicaraan dengan Gunwanti, “jika Yuvraj tumbuh bersama Ichcha, Yuvraj tidak akan seperti ini.”

Gunwanti marah Umed tidak mendukungnya, “aku membebaskan Yuvraj dan aku tau dia tidak bisa melakukan ini. Dia akan mendengarkanku, aku akan memberikan qasam, jika kau mengtakan apa-apa tentang Ichcha pada Veer atau Yuvraj,, hari Ichcha datang melalui pintu ini, hari itu aku akan membakar diri. Ichcha telah memberikan tuduhan besar pada keluarga kita, sekarang aku akan menunjukkan siapa kita.”

Di kediaman Jogi Thakur, Jogi mengatakan bahwa waktu telah membawa mereka kembali ke situasi mengerikan yang sama lagi. Dan setiap hal itu terjadi, orang yang sama yang datang menyelamatkan kita adalah Ichcha. Tapasya hendak bunuh diri, yang menyelamatkannya? Ichcha, itu juga dengan memberikan pengorbanan besar. Jogi terbayang pernikahan Tapasya dengan Veer.

Jogi menambahkan saat cucu kita hilang, dimana dia berakhir? Dengan Ichcha. Ichcha menjadi ibunya dan Mukhta menemukan kehidupan baru. Divya ingat masa lalu saat mengambil Mukhta dari Ichcha begitu mengetahui putri Tapasya.

Jogi terus bicara, Ichcha bisa memberikan pengorbanan terbesar bagi keluarga kita, tapi dia tidak menceritakan rasa sakit atau penderitaannya pada siapapun.

Divya menangis, dia khawatir Ichcha akan menceritakan semua kebenaran itu pada Mukhta.

Jogi mendekati Divya dan memberitau, “kau tau Divya? Siapa anak laki-laki yang diserang Ichcha untuk menyelamatkan Mukhta, anak laki-laki yang dia lihat mau menganiaya Mukhta, kau tau siapa anak itu? yuvraj Singh Bundela.”

Divya sangat terkejut, “apa??!”
Jogi berkat, “anak Icha! Apa pengorbanan yang lebih besar yang bisa seseorang beri bagi keluarga kita? dan kita tidak akan pernah bisa membayar kembali semua pengorbanan ini.”

Pagi harinya, Meethi menemui Mukhta setelah bangun. Kanha dan Surbhi juga ada dalam ruangan. Meethi menanyakan keadaan Mukhta. Kanha mengatakan, “Mukhta, aku berharap bisa melakukan sesuatu sebelum itu terjadi.”

Mukhta ingat sebelumnya saat Kanha mencoba melindunginya dari Yuvraj, saat itu malah menghina Kanha. Mukhta jadi merasa bersalah, “Bhayya,,,”
Kanha menenangkan Mukhta, “sudah, tidak usah mengatakan apa-apa lagi. Lupakan apa yang sudah terjadi. Ini adalah hari yang baru, gelap sudah pergi.” Kanha kemudian mengajak Surbhi keluar ruangan.

Meethi bicara pada Mukhta bahwa kakak/ Bhaiyya Kanha telah memberitau padanya apa yang dialami Mukhta. Ia bersimpati, “aku mengerti itu sangat sulit bagi seorang gadis untuk melupakan semua ini.”

Mukhta memberitau, “ibumu melindungi dan menyelamatkanku. Apa kau tau Meethi? Jika tidak ada dia, aku tidak tau apa yang akan terjadi. Benar-benar, Meethi, ibumu hebat.”

Meethi masih menunjukkan wajah manyun, “ya, aku tau! Aku tau Mukhta, ibuku sangat baik untuk semua orang, kau, Bhayya, Bhabi, Anni, anak-anak dipenjara, untuk semua orang dia sangat hebat. Tapi apa yang dia perbuat padaku, aku tau dengan sangat baik. Dia tidak berbohong pada siapapun di dunia ini, kecuali padaku. Dia membuatku jauh dari ayahku, itu pasti juga untuk kebaikanku sendiri.”

Mukhta mengingatkan Meethi, “cobalah mengerti seperti ku Meethi. Aku melakukan kesalahan saat mencoba memahami ibumu, begitu pula kau. Kita berdua membuat kesalahan yang sama, dia benar-benar baik.”

Meethi menghentikan pembicaraan Mukhta, “aku tidak ingin membahas atau mendengar apa-apa tentang ibu. Aku akan kuliah, jika kau butuh sesuatu, telpon aja.” Meethi keluar. Mukhta sedih tidak berhasil meyakinkan Meethi.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :