Kawans penggemar serial Uttaran yang semakin gondok, penasaran sekaligus gemas, melihat kisah di serial kesayangannya semakin ‘mbulet’. Kok kejahatan Tapasya ga selesai-selesai. Kapan Tapasya akan sadar atau mendapat hukuman dari sikapnya itu? Kalau semua itu terjadi, ceritanya selesai dong 😳

Uttaran Veer Ichcha
Veer kaget melihat sosok ‘Vansh’ ada di rumah

Belum lagi nasib Ichcha, kok orang sebaik Ichcha hanya berbahagia sebentar-sebentar aja. Kok Veer yang katanya sangat mencintai Ichcha, tidak bisa sedikit ‘tegas’ dengan memaksa Ichcha untuk berhenti memikirkan kebahagiaan orang lain, dan melakoni kebahagiaan mereka berdua.

Kawans, mungkin kita gondok, kesal, sama alur cerita yang kadang terlihat ‘ga masuk akal’. Masa iya sih, ada orang segitunya?

Ingatlah satu hal bahwa ini hanya sebuah kisah dalam sebuah serial, yang termasuk opera sabun dengan episode sangat panjang. Kisah dalam serial ini juga hanya imajinasi penulis skenario yang kemudian ‘dihidupkan’ oleh sutradara.

Jadi kawans, ga perlu emosi jiwa saat nonton yaa, ikuti aja alur ceritanya mau dibawa kemana, dinikmati aja πŸ˜‰ . Tangkap aja pesan moral yang mau disampaikan bahwa kebahagiaan diatas penderitaan orang lain itu tidak ada artinya. Tapi, walau kita ‘menderita’, tapi melihat orang yang kita sayangi bahagia karenanya, kita akan kuat menjalani semuanya *sok bijak πŸ™‚ *.

Oiya, sebelumnya, dizaz blog sudah menuliskan, Kisah Uttaran: Terbongkarnya Kebohongan, Kehilangan Bayi & Pernikahan Tapasha-Raghuvendra, Kehamilan Ichcha. Dalam tulisan ini, Veer akhirnya mengetahui bahwa selama ini Tapasya sudah membohonginya dan keluarga besarnya. Anak perempuan yang dilahirkan Tapasya bukanlah anaknya, tapi anaknya Rathore. Veer pun kembali mengusir Tapasya dari rumah keluarga Bundela.

Tapi, apa lacur, Ichcha sudah meninggalkan rumah, karena Veer tidak mempercayai apa yang dikatakan istrinya itu, bahwa saat menjadi suami Tapasya dan sebelum diberi obat oleh Ichcha, Veer tidak akan mungkin menghamili seorang perempuan, karena ada masalah dengan kesuburan.

Lebih tepatnya sih Ichcha meninggalkan rumah karena diajak oleh ibunya, Damini. Damini sudah tidak tahan tinggal dirumah keluarga Thakur karena Divya juga ‘mencemburuinya’, menuduhnya merebut cinta dan perhatian Jogi. Damini boleh dihina untuk hal lainnya, tapi untuk satu hal itu, sepertinya dia punya harga diri yang tak bisa ditawar-tawar.

Sebelumnya ada juga kemunculan Satya-Saanchi yang ingin balas dendam pada keuarga Bundela, mereka mengincar Veer. Nah, Ichcha-Tapasya jadi akur saat Veer dalam bahaya begini. Mereka saling bekerjasama untuk menyelamatkan Veer.

Saat Veer tersadar dan ingin membawa Ichcha pulang, dia tidak berhasil menemukan jejak Ichcha dan Damini. Dalam kehidupan jauh dari ‘rumah’ inilah Ichcha mengetahui kalau ia sedang hamil. Lengkapnya, baca aja di tulisan dizaz blog sebelumnya yaa, yang ada linknya πŸ™‚ .

Ichcha dan Damini yang ingin memulai kehidupan baru, tak bisa melawan takdir yang membawa langkah mereka. Mereka justru berhadapan dengan masalah baru. Nasib baik yang mereka temui karena bisa membantu tuan Mukherjee mengugkapkan niat jahat Avinash, justru dimusuhi oleh Avinash.

5 Bulan setelah semua terungkap, ceritanya Mukherjee meninggal. Orangtua yang kaya itu meninggalkan semua hartanya untuk Ichcha dan Kanha.

Avinash setelah keluar dari penjara berusaha untuk balas dendam. Ichcha, Damini, Mukta dan Kanha, seperti main ‘petak umpet’ dari ‘kejaran’ Avinash. Dilain pihak, Tapasya dan Raghuvendra Pratap Rathore melangsungkan pernikahan.

Ichcha taunya Tapasya masih dirumah keluarga Bundela, bersama Veer.

Kebenaran akhrinya diketahui oleh Ichcha dan Damini saat suatu hari, tanpa sengaja bertemu dengan Jogi Thakur. Jogi menceritakan semua yang telah terjadi sepeninggal Ichcha-Damini. Ichcha akhirnya menghubungi Veer dan memberitaukan kalau dia sedang hamil. Veer yang sudah di USA tentu saja sangat bahagia mendengar kabar itu. Ichcha-Veer akhirnya kembali ke rumah. Semua anggota keluarga menyambut mereka dengan rasa bahagia.

Pernikahan Tapasya-Rathore juga berjalan wajar karena sebeumnya Rathore sudah meminta Tapasya untuk berjanji agar tidak melihat ke masa lalu lagi. Tapasya akhirnya tau kondisi kesehatannya, ia sudah tidak bisa hamil lagi.

Tapasta Rathore Sangat Menginginkan Anak

Ichcha yang memang berhati lembut dan tulus untuk kebahagiaan Tapasya, menawarkan agar Mukta dirawat oleh Tapasya. Tapi, Tapasya maupun Ichcha yang tidak mengetahui bahwa bayi Mukta yang ditemukan Ichcha-Damini dan kemudian dirawat, adalah benar-benar anak Tapasya-Rathore. Tapasya gengsi, ia menolak tawaran dari Ichcha

Ichcha akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki. Semua anggota keluarga Bundela sangat berbahagia. Apa yang selama ini mereka harapkan, keturunan Bundela selanjutnya, akhirnya hadir juga ditengah-tengah keluarga besar mereka.

Nani yang tidak mau melihat kebahagiaan Ichcha, bekerjasama dengan Pushkar, mereka menculik bayi Ichcha dengan cara menyuap seorang perawat. Si perawat kemudian memberi laporan pada keluarga Bundela bahwa bayi Ichcha tersedak, sesak nafas, dan tak tertolong.

Tentu saja berita kematian bayinya membuat Ichcha dan Veer sangat berduka.

Saat Pushkar mau meninggalkan bayi Ichcha-Veer disuatu tempat, ia kepergok oleh Rathore-Tapasya. Pushkar tentu saja tidak memberitaukan bayi siapa yang akan ia ‘buang’ itu.

Rathore-Tapasya yang sangat menginginkan seorang anak dalam pernikahan mereka, tentu saja sangat senang menemukan bayi yang akan ditinggalkan Pushkar tersebut. Mereka membawanya pulang dan memutuskan akan mengadopsinya.

Sementara itu, Ichcha dan Veer, setelah kehilangan anak *mengira anaknya sudah meninggal sesuai laporan suster*, memutuskan tidak akan memiliki anak lagi. Mereka merasa itu pertanda dari Tuhan bahwa mereka harus memusatkan perhatian mereka pada dua anak angkat mereka, Kanha dan Mukhta.

Ichca Veer Terpukul Karena Kehilangan Bayi
Ichcha Veer Sangat Terpukul karena bayi mereka dikira meninggal

Rathore-Tapasya mengadakan pesta, menyambut kedatangan bayi adopsi mereka. Bayi adopsi itu mereka namai Yuvraj.

Ichcha juga hadir dalam pesta yang diadakan Tapasya tersebut. Saat Yuvraj ditinggal sendirian, kemudian menangis karena lapar, terjadilah kontak bathin ibu-anak. Naluri Ichcha sebagai ibu tentu saja bekerja, ia menghampiri Yuvraj dan menyusuinya.

Melihat apa yang dilakukan Ichcha, Tapasya marah besar. Si Nani pun kembali dengan kebiasaannya melontarkan kata-kata hinaan untuk Ichcha.

Entah karena ikatan bathin dengan anak yang baru dilahirkannya, beberapa hari setelah pesta tersebut, Ichcha kembali mengunjungi rumah Tapasya dan kembali menyusui Yuvraj. Rathore memahami kondisi Ichcha yang juga baru kehilangan bayi yang dilahirkan, tapi tidak Tapasya. Ia melotot marah pada Ichcha. Ichcha hanya bisa meminta ma’af dan keluar.

KLIK β€œANGKA” Β Halaman, dibawah Β artikel β€œTERKAIT” untuk membaca kelanjutannyaΒ :