Sid yang sudah tak sabar dengan sikap Tapasya, datang ke rumah keluarga Bundela dengan menyamar sebagai teman sekolah Veer saat di london. Ia datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahannya. Umed memanggil Tapasya. Tapasya shock melihat Sid yang datang. Sid memberikan senyum sinis pada kekasihnya itu, menghampiri Tappu, berbisik jika ia adalah teman Veer dan datang untuk mendapatkan uangnya kembali.

Tapasya mengerti permainan kata-kata yang diucapkan Sid, Umed hanya bisa bingung. Tapasya memberi alasan pada Sid, ia akan sampaikan hal itu setelah Veer pulang. Sid kemudian menyerahkan hadiah pernikahan untuk Veer ke tangan Tapasya. Setelah Sid meninggalkan kediaman Bundela, Tappu ke kamarnya, membuka kotak hadiah Sid, ternyata, isinya adalah foto dirinya saat pembunuhan Vansh. Dalam suratnya, Sid memberitau, kali ini ia datang dengan foto, besok ia akan datang dengan video dan bukti lain.

Tapasya jadi cemas, dari mana ia mendapatkan uang untuk menutup mulut Sid. Jumlah yang diminta tidak sedikit.

Veer kemudian datang ke rumah keluarga Thakur untuk menjelaskan kematian Vansh. Ia ingin bertemu Ichcha dan menjelaskan fakta-fakta tersebut. Jogi tentu saja setuju.

Di rumah Bundela, Tapasya yang kena peras Sid, melakukan pencurian perhiasan ibu mertuanya. Saat Mai menyadari perhiasannya hilang, Tappu yang jago berdalih, malah memberi masukan untuk tidak memperpanjang kasus kehilangan tersebut pada polisi, secara kasus Vansh masih belum beres. Tapasya tak lupa mencuci otak May bahwa seharusnya hal itu tidak perlu terjadi kalo Mai tidak setuju pernikahan Ichcha-Vansh. Mai setuju dengan pendapat Tapasya dan berterima kasih Tappu telah mendukung keluarganya.

Di rumah takur, Jogi memanggil Ichcha, memberitau kalo Veer mau menjelaskan kematian Vansh. Awalnya Ichcha menolak. Jogi menegaskan, ia bisa memberitau Ichcha kebenarnya, tapi, Ichcha harus mendengarnya langsung dari mulut Veer, karena kau berfikir Veer adalah pelakunya. Tuhan akan memberikan kekuatan, sekalipun kebenaran itu sangat pahit.

Veer kemudian menjelaskan kematian Vansh pada Ichcha. Ia pun menambahkan kalau ia tak peduli jika masyarakat atau polisi mengira bahwa ia adalah pembunuh saudaranya. Tapi yang penting bagi Veer adalah membuktikan dirinya tak bersalah di depan istri kakaknya. Karena ia selalu ingin kakaknya bahagia, mencoba yang terbaik agar Vansh keluar dari kegelapan hidupnya. Makanya, saat Ichcha datang sebagai cahaya dalam hidup Vansh, ia bisa melihat senyum lagi di wajah kakaknya itu. Veer mengakui jika ia sedih kehilangan Ichcha, tapi lebih senang mengetahui fakta bahwa Ichcha memberi kehidupan baru ke kakaknya.

Veer kemudian mengingatkan Ichcha bahwa Vansh memang sakit, kondisi mentalnya tidak bisa diabaikan, mereka semua bertanggung jawab atas kematiannya. Tapi semua masih dalam penyelidikan polisi, tapi satu yang pasti, tidak ada yang membunuhnya.

Ichcha tetap belum percaya pada ucapan Veer, jika bukan Veer yang membunuh Vansh, kenapa Vansh menunjukkan jarinya pada Veer. Veer hanya bisa menduga karena ia sendiri tidak tau maksud Vansh menunjuk, mungkin ingin memberitau sesuatu. Sebelum Ichcha sampai, Vansh mengatakan bahwa kita berdua tidak bersalah.

Veer juga mengingatkan Ichcha tentang percobaan bunuh diri Vansh sebelumnya. Ia juga menambahkan kalau Tapasya hadir disaat kejadian, ia menyaksikan Vansh bunuh diri. Hanya Tapasya yang tau kebenarannya. Veer bersumpah akan menemukan kebenarannya. Ichcha hanya bisa terkejut dengan kenyataan lain kematian Vansh.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :