Di rumah Bundela, Mai menyalahkan Ichcha untuk semua kekacauan yang terjadi. Ia meminta Ichcha untuk meninggalkan rumah. Anggota keluarga Bundela lain sudah kembali ke rumah, tapi Veer tidak ada. Jogi jadi bertanya, kenapa Veer tidak ada dalam situasi seperti ini. Mai langsung merepet untuk bertanya saja pada Ichcha, karena ia telah menuduh satu saudara telah membunuh saudara yang lainnya. Jogi semakin kaget.

Daddaji membujuk Ichcha untuk mengubah keterangannya pada polisi, tapi Ichcha tetap bersikeras. Kemudian Umed mendapat telpon dari kantor polisi kalau Veer harus di tahan, karena ada sidik jarinya di pistol, polisi memerlukannya untuk penyelidikan lebih lanjut. Tapasya yang mendengar informasi yang di terima Umed, jadi terkejut, tapi ia tetap bungkam. Padahal semua orag terkejut, sekaligus tak percaya dengan informasi tersebut.

Mai menumpahkan kebenciannya pada Ichcha yang telah memakan kedua putranya, menghancurkan keluarganya. Ia kemudian meminta Jogi untuk membawa Ichcha. Yang mendengarkan pada shock. Damini sampai memohon agar Ichcha jangan diperlakukan seperti itu. Jika Ichcha salah tentang memberikan informasi mengenai Veer, beri ia kesempatan, bagaimanapun, ia menantu dari keluarga itu.

Mai malah menjawab Damini dengan jutek, ia tidak pernah membedakan Ichcha dan Tapasya. Ia selalu memberi kehormatan pada Ichcha karena anaknya menikahinya dengan cinta. Berharap Ichcha membawa cahaya kebahagian bagi putranya, yang terjadi sebaliknya, Ichcha memberi kegelapan pada putranya. Ichcha bertanggung jawab terhadap meninggalnya satu putranya dan putranya yang lain ada di penjara. Damini mau menyentuh kaki keluarg Bundela agar Ichcha tak di suruh keluar rumah. Tapi Jogi sudah tak sanggup mendengar ucapan kasar Mai yang menghina Ichcha.

Jogi memilih membawa Ichcha kembali ke rumahnya, meninggalkan rumah keluarga suaminya. Tapasya menatap kepergian Ichcha dengan tatap kemenangan. Menurut pikiran Tappu, Ichcha sudah kalah, terlempar dari keluarga Bundela.

Di kantor polisi, Veer terus di interogasi dengan setengah dilecehkan lewat kata-kata oleh Avinash. Veer tetap menyangkal kalau ia telah membunuh Vansh atau kemungkinan Vansh bunuh diri tanpa alasan. Avinash kemudian memberitau nama sebenarnya, ternyata si inspektur adalah teman sekolah Veer. Tapi, si Avinash tetap tegas dalam menjalankan tugas, ia takkan mencampurkannya dengan persahabatan. Veer tetap harus menginap di balik jeruji besi.

Veer akhirnya di bebaskan oleh Avinash setelah mendapatkan bukti lain dari kematian Vansh. Sementara Ichcha tetap dengan pendiriannya bahwa Veer lah yang telah menghabisi suaminya. Ichcha tak mau sama sekali mendengarkan penjelasan Veer.

Saat polisi menuduhnya mmebunuh saudaranya, Veer tidak begitu terpengaruh. Tapi, begitu Ichcha meragukan dirinya, Veer goyah, hatinya sangat sedih, ia sampai menangis saat mengemudikan mobilnya, kemudian minggir, dan mulai ‘minum’.

Nani memberi laporan pada Tappu lewat telpon, apa yang sudah terjadi antara Veer dan Ichcha di rumah. Ichcha sampai mengusir Veer. Tappu agak sedikit bingung, Veer jadi ikut terlibat dalam masalah tersebut. Saat itu Veer memasuki rumah dalam keadaan mabuk berat. Tapasya yang melihat kondisi Veer seperti itu, langsung memanfaatkan situasi, ia menuntun Veer ke kamar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :