Tamanna merespon permintaan ma’af Rani itu hanya untuk hari ulang tahunnya. Ia akan pergi. Rani menggeleng, Tamanna tidak boleh pergi, ini kesalahannya. Tamanna harus mendengarkan apa yang dikatakannya benar, karena ia lebih tua. Tamanna akhirnya mengangguk.

Rani meminta kepastian Tamanna, apa ia akan mema’afkan jika ia membuat kesalahan. Semua keluarga muncul. Rani merangkul Tamanna, ma’afkan aku adikku. Tamanna bertanya apa Rani benar-benar menganggapnya sebagai adik. Rani menegaskan dengan membantu Tamanna bangun dan berpelukan.

Nani dan Damini jadi lega. Tamanna melihat Meethi, ia memberitau kakak Rani, bagaimana Peri Ma menangis. Meethi menggeleng, sebagai isyarat ia baik-baik saja. Rani mengatakan jika ia tau bagaimana membuat senyum di wajah itu, kemudian berbisik di telinga Tamanna. Kedua gadis kecil itu bersama-sama memeluk Mama mereka, keduanya serempak memanggil Mama. Semua tersentuh melihat pemandangan itu.

Meethi tersenyum haru, ia membungkuk, kedua gadi kecil itu memberinya ciuman di pipi kiri dan kanannya secara bersama-sama. Meethi berbisik pada gadis-gadis itu untuk selalu bersama.

Uttaran Episode Akhir

Damini mengatakan pada Meethi bahwa ia bangga. Hari ini Meethi telah melakukan apa yang generasinya tidak bisa capai. Meethi sangat kuat, dan belajar banyak dari kehidupan orangtua dan kehidupannya sendiri. Sekarang anak perempuan Meethi telah memberi arti baru untuk Uttaran, tidak hanya menghapus kebencian dari kehidupan masa kecil mereka. Ketika ia melihat hari ini, ia melihat perjalanan panjang. Generasi baru saat ini berdiri dimana kita berdiri kemarin. Besok akan ada generasi lain. Kami akan menyaksikannya tumbuh dari kejauhan. Setiap kehidupan mengajarkan kita sesuatu yang baru. Aku miskin, bekerja di rumah orang kaya. Memang ada perbedaan antara kaya dan miskin, tapi cinta ada diatas semua perbedaan itu.

Damini terus mengungkapkan isi hatinya, ia telah mendengar banyak hal dan dibesarkan di Uttaran, putrinya juga dibesarkan dalam kata Uttaran. Kata itu digunakan untuk menyakiti dan membuat saya marah. Setiap kali sesuatu diberikan pada anak saya dengan banyak cinta, apakah itu Uttaran? Tidak, itu adalah cinta.

Damini mengakui pada Meethi bahwa ia sempat takut, bahwa kata Uttaran itu akan bergema juga pada putri-putri Meethi. Ia takut Maiyya akan mengulang hal yang sama yang dilakukan Nani. Ia berfikir sepanjang malam, ia bisa melihat seluruh hal dalam cahaya yang berbeda.

Sinar matahari bukanlah Uttaran malam. Bulan membuat malam indah. Kita tidak pernah mendengar bulan mengeluh bahwa ia hidup dari Uttaran Matahari. Angin, bumi, gunung, laut, mereka semua memberi kita sesuatu. Tapi, apakah mereka pernah mengeluh bahwa kita hidupa di Uttaran mereka? Mengapa kita manusia berfikir seperti itu makna dari Uttaran. Apa yang harus benar-benar kita berikan pada orang lain. Kita datang dan meninggalkan dunia ini dengan tangan kosong.

Damini terus menyimpulkan hidup yang sudah dijalaninya, dalam perjalan kehidupan ini, jika kita memberikan sesuatu pada seseorang dengan cinta, apakah kita akan menyebutkannya Uttaran? Perjalanan hidup kami adalah pengalaman dan ajaran. Setelah sekian lama, kami akhirnya mengerti apa arti Uttaran yang sesungguhnya.

Kisah Uttaran berakhir di generasi baru Meethi, alias cucu Damini. Generasi keempat. Damini-Nani, Ichcha-Tapasya, Meethi-Mukta dan berakhir di Rani-Tamanna.

Nah, kawans pencinta Uttaran, betapa kompleks kisah yang diceritakan dalam serial Uttaran ini. Betapa banyak kerumitan dan ke kisruhan hidup yang dialami para tokohnya. Betapa rumit memutus mata rantai makna Uttaran yang salah, tentang berbagi barang bekas, lungsuran, kepada orang lain dari mereka yang tak memerlukannya.

Padahal, ternyata, Uttaran itu, adalah berbagi dengan ikhlas, tak peduli barang apapun itu. Sinopsis umum Uttaran diatas hanyalah secuil saja, belum lengkap, jadi, kau harus tetap mengikuti episode per episodenya dari persahabatan dua gadis dari empat generasi ini.

***Referensi tulisan dan foto, Colors TV/Uttaran.