Meethi menegur sikap Rani yang diluar batas kesopanan. Rani malah menyahut bahwa dia tidak diajarkan sopan santun, yang tau sopan santun hanya Meethi seorang. Meethi hampir menampar Rani, tapi tak jadi. Rani marah pada Meethi, mengatakan bahwa Meethi tidak mencintainya, ia hanya mencintai Tamanna. Maiya mengingatkan Meethi bahwa hal itu pasti terjadi.

Meethi menangis, ia sudah merasa gagal menjadi seorang ibu. Ia tidak tau caranya lagi untuk memberi tau Rani bahwa ia sangat mencintainya. Tamanna datang menghibur Meethi. Ia tidak senang melihat Meethi menangis, kirim kembali saja ia. Meethi adala ibu perinya. Kata ayahnya, ibu peri tidak menangis. Semua akan baik jika ia pergi dari sini. Kakak Rani tidak akan marah dan Peri Ma tidak perlu menangis.

Akash duduk di depan Tamanna dan bilang ia adalah anak pintar. Tapi, jika Tamanna pergi, siapa yang akan membuat Peri Ma tersenyum, siapa yang akan menghapus air matanya. Tamanna harus terus tinggal bersama mereka jika ingin membuat Peri Ma senang. Tamanna mengangguk, ia melihat Meethi tersenyum. Semua orang yang masih ada disitu jadi terharu. Akash mencium Tamanna.

Maiyya memaksa Meethi dan Akash membuat keputusan. Siapa yang akan tinggal di rumah, Rani atau Tamanna. Jika keduanya tinggal bersama akan timbul masalah. Mereka berdua saling iri, permusuhan akan terus meningkat, apa yang akan terjadi dimasa depan.

Nani jadi buka suara mendengar ucapan Maiyya. Ia mengingatkan nenek Rani itu, dulu ia melakukan hal yang sama, apa yang dilakukan Maiyya hari ini. Hari ini ia menyadari itu adalah kesalahannya.

Hari ini, Meethi berdiri di tempat dulu Damini berada, sedang Maiyya ada di posisinya. Anak-anak akan belajar apa yang akan kita ajarkan. Mereka bersikap seperti kita membentuk pola pikir mereka. Melihat Meethi hari ini, jika bisa kembali ke masa lalu, saya tidak akan membuat kesalahan karena sudah menanamkan kemarahan dan kebencian di hati Tappu dulu. Jika dulu tidak saya lakukan, maka hari ini akan berbeda. Damini menaroh tangannya di bahu Nani.

Nani terus bicara, aku tau apa yang sudah dilalui Damini dalam hidupnya. Aku telah melihat di rumah ini, di depn mata permainan kecemburaan. Aku juga menanamkan kecemburuan dan kebencian di dalam hati Mukta. Untung mereka lebih matang dari pada kami. Mereka belajar dan mengerti dari apa yang sudah dialami ibu mereka, Tappu dan Ichcha. Itu sebabnya Meethi dan Mukta tidak bisa saling membenci.

Maiyya masih membela diri, kasus Rani dan Tamanna berbeda. Nani membantah, satu-satunya perbedaannya hanyalah, pada masa lalu akulah yang memulainya, dan pada hari ini, andalah yang memulainya. Jika anda menerima gadis itu, Rani tidak akan berani berbuat salah. Jika salah satu dari kita, menghapus perbedaan ini, maka semua masalah akan hilang. setelah itu, kisah Uttaran ini tidak akan terulang lagi dalam generasi baru ini.

Nani meminta Maiyya untuk memahami anak-anak. Damini juga menambahkan, Maiyya tidak akan bisa tenang jika keluarga seperti ini. Sekarang masih ada waktu memperbaiki semuanya.

Maiyya akhirnya memahami kesalahan yang dilakukannya. Padahal ia sudah melihat akibatnya. Ia akhirnya bicara, darah setiap orang adalah merah. Maiyya kemudian mendekati Tamanna, mengucapkan selamat ulang tahun. Maiyya juga mengatakan bahwa sekarang Tamanna juga cucunya, akan tinggal bersama mereka.

Semua yang hadir jadi lega. Meethi tersenyum, sekarang tidak akan sulit memberi pengertian pada Rani. Akash mendapatkan ide. Ia datang ke kamar Rani. Duduk di sampingnya, di lantai. Ia memberikan telpon pada Rani, ada yang ingin bicara. Akash juga menambahkan jika ia sudah memberitau si penelpon jika Rani tidak mau bicara dengan siapapun. Tapi si penelpon yakin Rani pasti mau bicara dengannya.

Rani melihat siapa yang menelpon. Rupanya Nandini mengucapkan selamat ulang tahun. Rani senang mendengar suara Chameli. Nandini mengingatkan putrinya itu, Mama Meethi sudah membuat begitu banyak persiapan ulang tahun, tapi Rani malah menangis. Rani mengadu pada ibunya, bahwa Nandini Ma tidak tau apa-apa, orang-orang ini tidak baik sama sekali. Meethi Ma sudah berubah, ia membawa seorang gadis bernama Tamanna, ia tidak lagi mencintai Rani.

Nandini bicara di telpon pada Rani, iya tidak percaya Rani bisa berbicara seperti itu. Rani masih membela diri, ia tidak salah. Meethi Ma hanya mencintai Tamanna, tidak mencintaiku, tidak tau dia membawa Tamanna dari mana. Nandini memberitau Rani, bahwa dialah yang meminta Meethi Ma untuk membawa Tamanna, ia memintanya untuk mengurusnya.

Nandini tidak percaya Rani bisa melawan Meethi Ma. Nandini mengingatkan Rani, bagaimana ia bisa lupa bagaimana Meethi Ma menerimanya, memberikannya cinta dan rumah. Kenapa Rani cemburu saat ia memberi cinta yang sama untuk Tamanna. Tamanna tidak memiliki sesiap untuk merawatnya, orangtuanya sudah meninggal. Apa salahnya jika Meethi Ma menerimanya.

Nandini berpesan pada Rani, ia ingin Rani menjadi seperti Meethi Ma, menjadi orang yang baik. Rani tidak akan senang jika seperti Chamelia. Hidupnya akan berubah jika ia bersikap seperti Meethi Ma. Tapi semua terserah Rani, Rani mau jadi apa. Rani memberi tau Nandini, ia sudah mengerti ia mau jadi apa.

Meethi yang menguping pembicaraan telpon ibu dan anak itu menyeka air matanya. Ia kemudian memberi tau bahwa ia akan menyiapkan makan malam untuk mereka. Rani memanggil dan memohon ma’af padanya. Ia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Ia tau Meethi Ma benar-benar orang yang baik. Ia ingin seperti Meethi Ma, dan benar-benar minta maaf. Rani menyentuh kaki Meethi. Meethi menghentikan sikap Rani, dan memberitau bahwa Rani adalah putrinya, tidak perlu menyentuh kakinya, tidak perlu meminta ma’af. Ia sudah merasa cukup dengan Rani menyadari kesalahannya.

Rani akhirnya setuju untuk meminta ma’af pada Tamnna juga. Ia mengajak Meethi Ma menemui Tamanna. Rani menemukan Tamanna sedang duduk di halaman, sedang menangis. Dia mengulurkan kartu ucapan ma’af. Tamanna diam, tidak mengambilnya. Rani membukakan kartu yang dibawanya untuk Tamanna yang berisi ucapan ma’af dari kakak Rani. Tamanna tersenyum, Rani mengucapkan ma’af.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :