Meethi semakin shok mendengar cerita masalalu Ichcha ibunya. Sebaliknya, Mukta justru mulai terpengaruh dengan cerita Nani tentang ibunya yang tak pernah diketahuinya. Ia mempercayai semua omongan Nani.

Jogi Thakur, tanpa sengaja mendengar omelan Nani pada Divya saat ia muncul di rumah bersama Mukta, karena Divya bertanya kenapa Mukta terlihat aneh. Nani mengatakan ia menceritakan semunya tentang Ichcha-Tapasya pada Mukta-Meethi. Jogi yang mendengar pembicaraan tersebut, mencemaskan kondisi Meethi yang telah mendengar cerita bukan-bukan tentang Ichcha dari orang lain, bagaimanapun, Meethi adalah putri Ichcha yang sudah dianggapnya anak sendiri, berarti Meethi juga cucunya, sama seperti Mukta. Ia marah besar pada Nani yang selalu meributkan masalah “Uttaran/barang bekas pakai” itu dari dulu sampai sekarang.

Jogi pun mendatangi rumah Damini. Dari Kanha, Jogi tau jika Damini merahasiakan semuanya dari Meethi, keberadaan Ichcha, juga ayah kandung Meethi. Jogi memberitau jika Meethi sudah mendengar informasi macam-macam tentang ibunya dari orang lain, padahal Ichcha tidak bersalah, kenapa Damini dan Kanha merahasiakan semuanya dari Meethi.

Kanha memberitau tuan Jogi jika pengadilan telah membuat Mayya-nya jadi seorang kriminal dan Mayya melakukan semua itu untuk menyingkirkan masa lalu dari akarnya, untuk melindungi Meethi. Jika mereka menceritakannya, maka semua usaha Mayya Ichcha untuk melindungi Meethi akan sia-sia.

Jogi menyesalkan pilihan Ichcha, Damini, yang merahasiakan kebenaran dari Meethi. Tindakan itu, bukannya membuat masa lalu pergi, tapi sekarang justru masa depan Meethi akan terampas oleh hasutan orang lain dalam situasi seperti ini.

Uttaran Foto

Sementara itu, Mukta jadi memikirkan informasi yang didapatnya dan juga reaksi kakeknya setelah mendengar semua ucapan Nani. Mukta membanting gelas yang dipegangnya. Nani yang mendengar itu, mendatangi Mukta dan kembali meracuni pikiran Mukta tentang cerita Tapasya-Ichcha. Ditambah kenyataan Aman yang juga memberi perhatian pada Meethi. Ia cemburu. Mata Mukta jadi tertutup dengan perhatian Yuvraj lewat hadia-hadiah yang dikirimnya. Ia mengira semua hadiah yang diterimanya itu dari Aman.

Di pihak lain, Meethi jadi mencari tau tentang ibunya yang dibilang sudah meninggal. Ia mengorek informasi dari Kanha, kapan pastinya ibunya meninggal. Kanha jadi gelagapan, ia memberitau saat Meethi berusia satu bulan. Informasi ini berbeda dengan informasi sebelumnya yang diberikan Anni Damini, ibunya meninggal saat ia berusia satu tahun. Meethi semakin curiga.

Nani merobek-robek foto Tapsya-Ichcha yang masih tersimpan di rumah Jogi Thakur. Divya yang melihat hal itu, mengingatkannya untuk tidak lagi meracuni pikiran anak-anak dengan kebencian. Nani membela dirinya, ia justru dari dulu ingin menyelamatkan keluarga ini, dari penyebab kehancurannya yaitu Damini dan keturunannya. Divya mengingatkan Nani jika ia kehilangan putrinya, Tapasya justru karena longgar dalam pendidikan di rumah. Itu kesalahannya, karena membiarkan pikiran putrinya dihancurkan hasutan orang-orang yang iri dan tak mau berbagi.

Singkat cerita, Damini tidak bisa menutupi semuanya lagi dari Meethi yang sedang mencari tau tentang keberadaan ibunya. Meethi bisa menemukan jejak keberadaan Ichcha justru dari kegugupan Kanha yang coba menyelamatkan Meethi dari jejak masalalu Mayya mereka. Meethi memergoki Kanha menghilangkan data kependudukan tentang akta lahirnya. Kanha tidak bisa mengelak lagi dari menceritakan keberadaan Mayya Ichcha.

Meethi menemui Ichcha di penjara. Ichcha menangis haru melihat Meethi yang merupakan sosok masa mudanya, ia ingin menyentuh putrinya yang sudah 18 tahun tak dilihatnya. Meethi tak sudi, ia begitu marah dan membenci Icha. Ia malu sebagai putri seorang pembunuh.

Damini yang menyusul bersama Kanha, sampai menampar Meethi demi mendengar cucunya itu, tanpa mencaritau kebenaran yang sebenarnya, hanya mendengar hasutan orang, berani menuduh Ichcha macam-macam dan malu menjadi putri Ichcha.

Meethi menumpahkan semua kegalauan dalam hari-hari yang dijalaninya selama ini dalam mencari sosok ibu. 18 tahun ini, ia hanya mendengar kisah kebesaran jiwa yang dimiliki ibunya dari sang nenek, seperti mendengar sebuah dongeng. Tapi kenyataan yang ditemuinya, justru sebaliknya, ibunya seorang pembunuh! Dan karena Icha juga, Meethi juga harus kehilangan seorang teman, Mukta, karena Ichcha sudah merusak kehidupan ibu dari temannya itu. Apa Ichcha melakukan semua tindakan menjijikkan itu demi uang? Meethi malu punya ibu seperti Ichcha. Kanha coba menenangkan dan membuka pikiran Meethi.

Damini merasa saat ini waktunya, ia menceritakan semua rahasia yang juga kebenaran tentang Ichcha pada Meethi. Juga semua beban yang harus ditanggung Ichcha demi menyelamatkan dan kebahagiaan orang lain, Uttaran sudah membuat langkah Ichcha kepentok kemana-mana. Meethi tetap keras kepala dengan kenyataan yang dialaminya, ia tak kan pernah menganggap Ichcha sebagai ibunya.

Ichcha yang berkelakuan baik dan banyak membantu pihak rutan, mendapatkan kebebasannya setelah 18 tahun. Damini membawanya ke rumah. Meethi tidak terima kemunculan Ichcha di kehidupannya. Damini dan Kanha tak memaksa Meethi, mereka membiarkan dan memberi Meethi waktu untuk menyadari kekeliruannya.

Di sisi lain, keluarga Jogi Thakur yang mengalami kesulitan keuangan, rumahnya harus di lelang. Kanha yang mendengar itu memberitau Damini Dan Ichcha. Damini menyelamatkan rumah keluarga yang sudah membantunya itu dari lelang. Ia memberikan penawaran tertinggi dalam lelang. Nani Sumitra Devi semakin tumbuh bibit kebencian pada Damini dan keturunannya.

Sementara Mukta, yang mulai menyadari kemewahan yang dimiliki Yuvraj, mulai memberikan perhatian pada cowok tersebut. Terlebih si Nani yang memang mata duitan memberi dukungan padanya. Nani menyemangati, Mukta pantas mendapatkan semua hadiah mewah tersebut, tidak memakai Uttaran lagi.

Cerita terus bergulir, Ichcha mendatangi perguruan tinggi tempat anak-anaknya kuliah. Disana ia bertemu Veer yang juga sedang melihat putranya, Yuvraj aka Yuvi. Veer masih belum ingat jika Ichcha, istrinya, ibu dari anak-anaknya. Ia hanya ingat dalam bayangan samar-samarnya jika wanita itu seorang janda yang baik, yang sempat membantunya saat dulu kepalanya sakit disebuah kegiatan renang. Ia juga tau daerah asal wanita yang di depannya itu.

Saat bertemu Yuvi lagi, putra pertamanya, setelah sekian tahun, Ichcha berusaha menyembunyikan ekspresinya. Tapi Yuvi sangat bersikap santun padanya dan langsung berkomentar jika Ichcha sangat mirip dengan Meethi. Veer memberitau kalau Ichcha memang ibunya Meethi. Yuvi memberikan salam hormat dengan menyentuh kaki Ichcha. Ichcha memberkati Yuvi, putra yang tak mengenalinya.

Karena Veer masih ingat beberapa hal dalam hidupnya, termasuk urusan sekolah dengan Damini, ia mengajak Ichcha untuk ikut bersamanya dan Yuvi. Di dalam mobil, Ichcha berada dalam dilema perasaan, suami dan putranya ada dihadapannya, tapi ia tidak bisa mengatakan semuanya. Tapi ia bertekad untuk membantu memulihkan ingatan Veer.

Veer membawa Icha ke Damini Pathshala. Icha tentu ingat saat dulu ia mengajar disitu. Veer memberitau sekolah yang masih ditutup itu adalah sekolah Ichcha istrinya, walau dia tidak ingat tentang dia, tapi ia tidak akan membiarkan sekolah itu di jual. Demi istri yang tak diingatnya itu, ia akan mulai lagi membuka sekolah itu. Ia ingin menjemput kenangan istrinya dan berharap dengan dibukanya sekolah itu, ia akan ingat istrinya sedikit demi sedikit. Ichcha sampai menangis mendengar semua curhatan Veer. Veer justru bingung melihat respon ibu Meethi tersebut. Ichcha beralasan jika ia terharu mendengar Veer yang begitu mencintai istrinya.

Veer meminta Ichcha untuk mengelola Damini Pathshala. Ichcha demi mengembalikan ingatan Veer, tentu saja menerima tanggung jawab tersebut.

Sementara itu, Mukta mulai bersikap pada Meethi, seperti sikapTapasya dulu pada Ichcha. Ia mendekat pada Yuvi yang kaya, kemudian seolah-olah membiarkan kedekatan Aman dengan Meethi. Yuvi yang tergila-gila pada Mukta, memperlakukan Mukta bak seorang putri. Menonton di bioskop yang semua tiketnya ia borong, sehingga bioskop itu menjadi milik mereka berdua. Mukta terbuai kemewahan yang diberikan Yuvi padanya.

Ichcha mulai menjalani hari-harinya sebagai guru, sebagai ibu bagi anak-anaknya. Bukan hanya anak kandungnya yang sudah tau dirinya, Meethi, juga bagi Kanha dan tentu saja Mukta yang ditinggalkan Tapasya begitu saja. Begitu juga memberi perhatian pada Yuvi.

Sejarah hidup itu seperti berulang, tapi pada generasi baru. Generasi tua sebelumnya, seperti melihat kilas balik kehidupan mereka terhadap kehidupan yang dijalani generasi penerus mereka. Damini-Ichcha mulai mempersiapkan pernikahan untuk Meethi dan Vishnu. Mukta, tak tau caranya bagaimana cara memberi tau keluarga tentang keraguannya pada sosok Vishnu. Tapi, semua harus dilakukan. *Nantinya, Vishnu justru menjadi suami Mukta*.

Di sisilain, Tapasya/Tappu mulai muncul ke kehidupan keluarga Bundela. Ia ingin mengembalikan hak Ichcha di keluarga itu. Tapi Mai tidak akan membiarkan semua niat Tappu itu selama ia masih hidup. Tanpa sengaja, Veer melihat dan mendengar semua pembicaraan itu dari balkon rumah. Veer sempat tak percaya dengan apa yang dilihat dan di dengarnya, apa itu benar-benar sosok Tappu yang bicara, yang akan membela Ichcha untuk mendapatkan hak sebagai menantu di rumah keluarga Bundela?

Veer menemui Tappu di tempatnya bermukin, menjauh dari keluarga, untuk memastikan apa benar niat Tappu untuk membantu memperjuangkan hak Ichcha. Veer tak begitu saja mempercayai uacapan Tappu, karena selama ini, yang ada Tappu hanya ingin merusak kehidupan dan kebahagiaan temannya itu. Mulai dari pertukaran pernikahan mereka. Tappu agak emosional dengan kenangan masalalu yang diingatkan Veer. Tapi dia sudah menyadari dan berhenti sendiri dengan semua kejahatannya pada Ichcha,.

Tappu sangat senang Veer ternyata sudah pulih ingatannya, ia menangis bahagia untuk itu. Tappu mencari tau kapan dan dimana ingatan Veer pulih. Veer memberitau Tappu jika ia sudah ingat semuanya saat di rumah sakit. Tappu ingin memastikan apa Veer benar-benar sudah pulih. Ia meminta Veer untuk mengidentifikasi Ichcha saat itu. Veer menyebutkan jika guru di sekolah Damini Pathshala saat ini adalah Ichcha.

Veer balik bertanya, bagaimana Tappu bisa berubah. Selama ini ia selalu bersengkokol dengan Mai untuk mengacaukan kehidupan Ichcha. Tappu memberi tau, semua karena putrinya, Mukta, yang siap mengorbankan apa saja demi Ma Ichchanya. Ia kehilangan putri dan keluarganya, itu karena kebodohannya yang meninggalkan orang-orang yang mencintainya. Sekarang ia kembali untuk membantu Ichcha mendapatkan haknya.

Veer juga menyampaikan tekadnya pada Tappu. Ia akan memberikan hak Ichcha yang sudah dirampas, bahkan walau itu harus bertarung dengan seluruh keluarga. Veer siap menerima dukungan Tappu dengan berjabat tangan. Tappu mengucapkan janjinya.

Tappu masih tak mengerti satu hal, kenapa Veer masih diam dan pura-pura masih belum pulih ingatannya. Veer beralasan, semua dilakukannya karena semua keluarganya sudah berbohong padanya, terutama Mai. Ketika ia menanyakan Ichcha, Mai malah membohonginya, tapi Veer tau jika cinta Ichcha selalu murni untuknya. Ia hanya tak habis pikir dengan Mai yang begitu marah pada Ichcha. Veer ingin Icha kembali ke kehidupannya.

Veer berterima kasih atas bantuan yang akan diberikan Tappu. Tappu meyakinkan Veer, bahwa ia siap berjuang untuk Ichcha melawan Mai.

Icha Veer belum bisa berkumpul, masalah baru muncul. Sepertinya hidup memang tidak selalu mudah buat Ichcha. Ia seperti kembali berada di tempat yang salah. Ia harus memberikan kesaksian di pengadilan demi membela Mukta. Ichcha menyelamatkan Mukta dari percobaan perkosaan yang akan dilakukan Yuvraj. Ichcha memberikan semua kesaksiannya dengan pasti, ia mengatakan bahwa ia melakukan semua itu karena menganggap Mukta sebagai anak perempuannya. Mukta sampai menangis haru.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :