Kisah drama Turki Cinta Elif (Kara Para Ask) episode sebelumnya, Omer curhat tentang perasaannya terhadap Elif pada Arda di kantor, setelah hari sebelumnya menghabiskan waktu bersama Elif dalam rangka menenangkan diri, setelah mengetahui bahwa Sibel ternyata adalah bagian dari mafia pencucian uang, Omer sangat terpukul, sedih kemudian sangat marah pada Sibel dan juga dirinya yang tak bisa melihat ada yang disembunyikan Sibel darinya. Saat-saat sulit itu, Elif yang memang sudah menyadari bahwa ia jatuh cinta pada Omer saat Nilufer bisa diselamatkan dari penculikan, selalu mendampingi Omer.

Omer belum menjawab perasaan cinta Elif, karena dia takut bertanya pada dirinya sendiri, secara merasa akan mengkhianati cinta Sibel. Walau dia curhat pada Arda kalau Elif kembali menciumnya dan bilang itu cium cinta. Tapi saat Arda menanyakan perasaan Omer pada Elif, Omer hanya bilang tidak tau, ia takut bertanya pada dirinya sendiri. Tapi saat itu Arda tau Omer punya perasaan yang sama pada Elif.

Begitu tau Sibel tak jujur selama ini, Omer seakan tidak mengenali wanita yang sempat akan dijadikan tunangan, yang secara kebetulan dipisahkan maut. Arda yang melihat wajah Omer bahagia setelah pergi bersama Elif jadi bertanya pada sahabatnya itu, apa yang terjadi dengannya. Omer mulai jujur pada Arda bahwa selama ini dia gelisah memikirkan Elif, sedih saat melihat Elif sedih. Saat Elif tak dihadapannya, ia ingin tau Elif sedang melakukan apa, pikirannya dipenuhi oleh nama Elif. Arda memberi tau, Omer bukan jatuh cinta lagi pada Elif, tapi cinta mati.

Elif yang kebetulan mengungkapkan kebahagiaannya pada Bahar akan hari yang dilaluinya bersama Omer kemaren, mulai termakan ucapan Bahar yang menanyakan apa Omer sudah mengungkapkan perasaannya pada Elif, secara tempat yang didatangi Elif Omer kemaren adalah tempat yang bisa mereka datangi karena fasilitas keluarga Denizer. Omer itu tidak setara dengan Elif, mungkin dia akan minder. Elif jadi merasa ketakutan sendiri kalau Omer akan tersinggung. Ia memutuskan untuk mendatangi Omer dikantornya. Elif ada dibelakang pintu ruangan Omer, bersamaan dengan Omer curhat perasaan cinta yang dirasakan terhadap Elif pada Arda. Elif mendengar semunya dan berbunga-bunga.

Elif kemudian mengingatkan Omer yang masih punya hutang makan bersamanya. Mereka pun janjian untuk dinner bareng dan menyepakati sebuah tempat. Bahar yang sedang mengincar berlian yang dicari Elif, tak ingin Elif jadian sama Omer, maka saat mendatangi kantor polisi untuk memberikan keterangan, Bahar mengingatkan Omer bahwa ia beda kasta dengan Elif. Omer hanya bermimpi kalau Elif benar-benar jatuh cinta padanya. Awalnya Omer tak terpengaruh, tapi begitu sampai di tempat makan malam yang sudah disepakati dengan Elif yang kebetulan diubah Elif dengan memilih tempat privat, Omer tak jadi menemui Elif, ia jadi uring-uringan sendiri. Di sisi lain, Elif sangat kecewa Omer tak menepati janji, ia memilih tak mau bicara lagi pad Omer. Omer yang mengira bisa melupakan Elif, jadi semakin kelimpungan.

Cinta Elif Kara Para Ask #21 00 episode

Sinopsis Cinta Elif (Kara Para Ask) #21 yang tayang 28 Oktober pukul 22.30 di ANTV. Omer yang sedang mengadakan penyelidikan terhadap mobil Taner di Denizer Holding, sedang menunggu Pelin di lobi perkantoran bersama Arda. Omer berjalan mondar mandir kayak orang bingung sambil memainkan pemantik ditangannya, kebiasaan uniknya kalau sedang berfikir serius atau kalau lagi galau.

Arda yang berdiri dekat meja resepsionis memperhatikan sahabatnya itu. Arda mulai berkomentar dengan kegiatan yang dilakukan sobatnya yang sedang galau itu, “hei, Omer, kalau dalam hidupmu kau menghisap rokok sekali saja, aku akan mengerti kenapa kau bisa seperti ini”, sambil angkat bahu.

Omer menjawab Arda dengan kesal, “sekarang aku sedang berfikir, memangnya kenapa hah”. Arda tetap dengan gayanya setengah meledek Omer yang tak mau jujur terhadap perasaan cinta yang sedang dirasakannya, “bagus kalau kau berfikir mungkin kau akan bisa menemukan jalan keluarnya”. Omer menggelengkan kepala, Arda melangkah ke dekatnya, “sejak kemarin malam aku sudah bicara padamu, tapi kau juga tidak mau berubah, kau masih saja keras kepala. Tapi ma’af terkadang sahabat harus mengatakan hal yang pahit, aku akan bicara sekali lagi, setelah ini aku tidak akan pernah bicara. Dengar, ada perkataan yang bermakna dari seorang bijak, dia bilang, hidup tidak akan bisa mengembalikan yang telah pergi dan tidak akan mengembalikan waktu yang berlalu. Kau harus melakukan sesuatu pada waktunya atau kau tidak boleh menangis atas hal yang tidak kau lakukan, hah, persis sepertimu kan”, sambil menatap Omer.

Cinta Elif Kara Para Ask #21 01 episode

Kali ini Omer terpaksa setuju dengan ucapan Arda, “ya”, tapi masih menipu perasaannya, ia mengalihkan pembicaraan, “dimana Pelin”. Arda memberitau, “sedang menemui sekretarinya Taner, sebentar lagi datang”. Pelin sudah terlihat keluar dari sebuah ruangan dengan bergegas, “aku sudah sampai, kita bisa pergi, barang-barang Taner masih akan diambil dari rumah”. Arda mengangkat kardus yang sebelumnya ia taroh di meja resepsionist dan melangkah menuju tangga mengikuti Pelin.

Omer juga mengambil sebuah kardus tersisa, tapi matanya malah melihat ke arah ruangan kerja Elif. Pelin memanggil, “Nggg, Omer, apa kau tidak ikut?”. Omer menunjukkan ekspresi berfikir menatap Arda. Arda jadi ikut menoleh ke arah ruangan Elif dengan wajah penuh pengertian. Omer menunjukkan wajah seperti membulatkan tekat.

Di ruangannya, Elif yang kesal dengan sikap Omer di pelataran parkir sebelumnya, sibuk merapikan barang-barang di mejanya, ia melihat ada foto dirinya dan ayahnya yang terselip, ia mengambil dan menatapnya dengan wajah sedih, kemudian ada tarikan senyum sedih di sudut bibirnya. Ada ketukan, pintu terbuka, nongol wajah Levent, “hallo, boleh aku masuk”. Elif tersenyum, “silahkan”.

Levent yang memang dipesan Bahar agar mendekati Elif sebelumnya, memberi kesan agar tujuannya tidak terlalu terlihat dengan mengidarkan pandangan ke seluruh ruang, “kau masih merapikan kantormu ya, tapi sepertinya sudah rapi”. Elif hanya bilang, “hmmm”, sambil terus merapikan meja. Levent mengatakan tujuannya, “pekerjaanku sudah selesai, bagaimana kalau kita pergi ke bioskop, aku sedang tidak bermaksud mengganggumu kan”.

Elif mengangkat tangannya ke arah ruangannya, “masih banyak yang harus ku bereskan disini”. Levent tak bisa memaksa, “baiklah, terserah kau saja, tapi kau tidak mau ketinggalan film ini”. Elif mengangkat bahunya sambil tersenyum, “mau bagaimana lagi, aku tunggu dvdnya keluar saja”. Levent tercenung, kali ini usahanya dan Bahar tak membuahkan hasil lagi, “ya sudah, terserah kau saja”, sambil bermaksud mundur.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :