Agnishika berendam dengan wajah tersenyum pada semuanya. Ahankara ikut tersenyum bahagia memperhatikan kebahagiaan kakak sepupunya. Charumitra juga tersenyum senang, tiba-tiba ia memperhatikan sekeliling dengan matanya, “Permaisuri Noor tidak kelihatan”. Permaisuri Subrasi ikut bersuara, “Ucapanmu benar permaisuri Charumitra, setelah ikut pemujaan tadi, aku juga belum melihatnya”. Agnishikha melirik Helena yang mengisyaratkan dengan gerakan menelengkan wajahnya. Agnishikha tersenyum mengangguk tipis tanda mengerti.

Ashoka #108 episode 98 13

Bulan sudah muncul di langit Magadh. Di ruangan lain istana baru, Justin bergegas menghampiri permaisuri Noor yang berdiri sambil menahan sedih. Justin memegang tangan kekasihnya itu, “Noor! Aku baru saja mencarimu! Kau harus pergi sekarang juga dari sini!, dengan wajah cemas.

Noor malah menoleh ke arah lain sambil menahan tangis, “Aku sudah bilang padamu, aku akan saksikan pernikahan ini baru pergi dari sini”. Justin kembali memegang lengan Noor, “Jangan bersikeras Noor! Kau harus melakukan apa yang kusuruh!”. Noor menatap Justin sambil menangis, “Kenapa Justin? Kenapa aku harus melakukan itu, hanya karena kau tidak bisa melakukan pernikahan ini dihadapanku! Janji yang kau ucapkan padaku, apa tidak bisa kau ucapkan pada Agnishikha? Karena itukah Justin? Kau begitu mencintaiku lalu kenapa, kenapa kau melakukan ini padaku Justin? Kenapa kau menyiksa dirimu juga diriku Justin?”.

Justin memegang kedua pundak Noor, menatap kedalam matanya, “Kau harus sadar Noor, dengarkan aku baik-baik! Meskipun aku mau, aku tidak akan bisa menghentikan pernikahan ini dan kau harus kembali ke istana Noor”.

Noor mengibaskan tangan Justin yang memegang pundaknya, “Tidak! Aku tidak akan kemana-mana! Kau aneh sekali Justin, beberapa hari yang lalu kau mengatakan kita dua badan tapi satu jiwa dan hari ini, hari ini dalam sekejap saja kau mau menjauhkan aku darimu? Semua janjimu dan semua sumpahmu itu! Semuanya bohong!”, sambil menangis kecewa.

Justin menatap Noor tak berdaya, “Bohong? Tidak Noor, dalam kehidupanku hanya ada satu kebenaran yaitu aku mencintaimu! Demi cinta itu percayalah padaku”, sambil menarik bahu Noor agar menoleh ke arahnya dan mau mengikuti apa yang dia suruh, “Percayalah Noor, bahwa semua yang kulakukan hanya untuk menyelamatkan dirimu!”.

Ashoka #108 episode 98 14

Noor kembali mengibaskan kedua tangannya yang dipegang Justin dengan marah, “Dari apa siapa?! Kau ingin menyelamatkan aku dari siapa Justin? Dari Yang Mulia Bindusara, dari ayahku atau dari ibu suri! Katakan Justin, kenapa kau melakukan ini? Setiap saat yang kulewatkan bersamamu sangat berharga bagiku Justin, daripada hidup jauh darimu lebih baik aku mati saja. Mungkin kau sanggup melihatku bersama dengan Bindusara, tapi, aku sangat lemah Justin aku tidak sanggup melihatmu berada dipelukan Agnishikha”, sambil mengusap bahu Justin dan pipi Justin.

Noor semakin mengungkapkan perasaannya, dengan penuh emosi, “Aku benci pada Agnishikha, bila dia memandangmu, jiwa dan ragaku sangat tertantang Justin, aku tidak suka, sejak dia datang semuanya menjadi kacau, semuanya kacau Justin, dia menjauhkan kita berdua, dia ingin memisahkan kita! Dan sekarang aku sangat takut dia ingin memisahkan kita, jangan-jangan dia juga ingin menjauhkanmu dari putramu sendiri Justin”.

Justin terpana menatap Noor. Noor yang membelakangi Justin dan sebelumnya tak berhenti bicara sambil menangis, jadi terdiam juga sambil menahan nafas setelah mengungkapkan apa yang selama ini ditutupinya. Ia tetap tak berani melihat Justin yang belum memberikan respon.

Justin akhirnya tersadar dari keterpanaannya, “Putraku? Siyamak?”. Justin meraih lengan Noor agar melihat ke arahnya, “Noor, Siyamak putraku? Noor?”. Noor menatap Justin sambil menahan tangis, “Kau pernah berpikir, kenapa kau sangat menyayangi Siyamak, atau kenapa Siyamak ingin sekali menjadi seperti dirimu?”.

Justin tersenyum haru menatap Noor, “Siyamak putraku? Siyamak putraku?”, sambil meraih Noor ke pelukannya. Noor menangis terisak di bahu Justin. Justin sambil tersenyum haru mendekap Noor dan terus bergumam, “Siyamak putraku”. Kemudian melepaskan pelukannya, menatap Noor, memegang wajah Noor dalam kedua tangannya, “Lalu kenapa selama bertahun-tahun kau merahasiakan ini dariku?”.

Ashoka #108 episode 98 15

Noor menggenggam tangan kiri Justin dengan kedua tangannya, “Ma’afkan aku Justin. Saat itu aku sangat takut, jangan-jangan kau tidak akan menerima Siyamak”. Justin merespon Noor dengan tatap haru dan merasa terkejut bercampur bahagia, “Siyamak putraku Noor, kau sudah menjadikan aku seorang ayah, apa aku tega berbuat itu! Tidak, katakan sekali lagi kalau Siyamak putraku, ayo katakan”. Noor menatap Justin dengan mata masih berkaca, “Ya Justin, Siyamak adalah putramu”. Justin kembali memeluk Noor, “Siyamak putraku, Siyamak putraku”. Noor jadi tersenyum melihat antusias Justin, “Iya, Siyamak putramu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :