Ashoka terus melangkah di terowongan sambil memanggil, “Acharya!”. Chanakya membuka matanya. Mulutnya tertutup rapat dengan kain putih sehingga tidak memungkinkan suaranya keluar. Ia membenarkan posisi duduknya saat mendengar teriakan Ashoka. Di lorong terowongan, Ashoka terus memperhatikan lorong yang di laluinya.

Chanakya berusaha menggerakkan tangannya yang pergelangannya diikat, dan tali ikatan tangan itu juga diikatkan kedua pergelangan kakinya. Hingga ia hanya bisa dalam posisi seperti itu. Chanakya berusaha bersuara, tapi tak keluar apa-apa karena mulutnya tertutup kain.

Ashoka sampai diujung terowongan yang buntu. Padahal, dibalik terowongan yang tertutup itu, Chanakya berusaha memanggil Ashoka.

Ashoka menatap terowongan buntu di depannya dengan wajah mengeras, ia terpana tak percaya, “Ini tidak mungkin”. di balik terowongan yang dilihat Ashoka tertutup, Chanakya terus menggerakkan tangan dan mulutnya. Sementara Ashoka wajahnya semakin pias, cemas melihat terowongan dia berdiri buntu.

Ashoka memperhatikan jejak yang diikutinya, “Jejaknya menghilang disini. Tidak ada jalan menuju ke depan dari sini. Kalau Acharya tidak ada disini lalu dimana?”. Sementara Chanakya terus mencoba bersuara memanggil, tapi suaranya tak terdengar. Ashoka mengernyitkan wajahnya, kesal menemui jalan buntu. Ashoka meninju dinding di depannya. Chanakya yang didudukkan bersandar ke dinding terowongan menengadah mendengar tinju Ashoka tak jauh darinya.

Ashoka #101 episode 91 19

Chanakya terus menggerakkan kakinya. Ashoka yang putus harapan membalikkan badan. Chanakya berusa sekeras mungkin, ia mengeluarkan suara, “Aarrrggghhh!”. Bersamaan dengan langkah Ashoka terhenti. Ashoka berfikir, kemudian melihat punggung tangannya bekas meninju tembok. Ashoka kembali membalikkan badan, menatap terowongan buntu di depannya.

Ashoka kembali ke tempat di meninju tadi, memperhatikan, ada bekas tanganya disitu. Ashoka bergumam, “Terowongan ini sudah ditutup bertahun-tahun lalu, tapi kenapa dindingnya”. Ashoka kembali memperhatikan punggung tangannya. Ashoka berfikir, “Jangan-jangan, ini baru dibangun untuk menyembunyikan sesuatu disana”.

Di balik dinding yang sedang dianalisa Ashoka, Chanakya membathin, “Ashoka telah kembali, aku harus berbuat sesuatu untuk memberitaukan kehadiranku disini”. Chanakya kembali menggerakkan tangan dan kakinya yang terikat sambil matanya melihat ke sekeliling.

Ashoka kesal, ia melempar dinding di depannya dengan batu. Ashoka akhirnya terpikir menggunakan batu untuk membuat lobang ke dinding yang tadi di tonjoknya. Chanakya yang tau gerakan diluar dinding yang tertutup itu, menatap sambil membathin, ‘Ini bukan hanya pintu terowongan, tapi pintu seluruh Magadh. Kalau Ashoka menghancurkan ini, ia akan bisa mencegah kehancuran dan malapetaka yang akan menimpa keturunan Maurya”. Chanakya terus memukul dinding di depannya dengan batu.

Ashoka #101 episode 91 21

Di luar terowongan, di pintu masuk Ashoka sebelumnya, dua temannya masih berjaga, tapi mulai gelisah. Subahu bersuara, “Vasunandhar, jangan-jangan Ashoka dalam musibah. Mestinya tidak lama begini. Aku akan pergi melihat dia, kau tunggu saja disini”. Vasunandhar memegang lengan Subahu, “Kau ingat Ashoka bilang apa? Jika kita merasa curiga bahwa dia dalam musibah kita hanya boleh memberitau kepada Radhagupt”. Subahu merespon, “Kalau begitu, ayo kita cepat pergi”.

Mereka pun berbalik, mengendap meninggalkan tempat itu. Di belakang Subahu dan Vasunandhar ada dua prajurit yang sedang berjaga. Kedua teman Ashoka itu berhenti, menoleh ke arah prajurit. Parjurit yang sedang patroli itu sambil bicara, “Katanya sedang dicari informasi tentang semua pelayan wanita di istana”. Prajurit satunya menajawab, “Ya, itu atas perintah Yang Mulia”. Subahu dan Vasunandhar saling lihat. Prajurit yang sebelumnya memberi informasi bertanya, “Sudah tau alasannya”. Vasunandhar dan Subahu berlari cepat dari tempat itu.

Prajurit yang berjaga melihat bayangan mereka, “Hei, siapa dibalik pohon itu!”. Vasunandhar dan Subahu terus lari dari tempat itu. Kedua prajurit jadi curiga, “Apa yang mereka lakukan ya”. Saat kedua prajurit hendak berbalik, salah satunya melihat lempengengan penutup terowongan yang tak lagi tertutup rumput-rumput. Kedua prajurit itupun saling tatap.

Ashoka #101 episode 91 22

Di dalam terowongan, Ashoka terus memukul dinding yang dicurigainya dengan batu. Di belakang dinding itu, Chanakya membathin, ‘Wahai pelindung keturunan Maurya, wahai pemberani, kau akan bisa menghancurkan dinding ini”. Ashoka sudah berhasil membuat bolongan kecil, ia mengintip ke lobang yang berhasil ia buat dengan menyipitkan mata. Di depannya terlihat terowongan agak gelap. Ashoka bergumam, “Ada sesuatu disana. Jangan-jangan Acharya Chanakya ada disana”.

Sementara itu, Chanakya terus berusaha menimbulkan suara yang dia bisa. Terus berusaha menggerakkan tangan dan kakinya yang terikat. Samar, Ashoka mendengar. Ashoka mau berteriak, sudah membuka mulut dan akan meneriakkan, “Aaa”. Tapi tak jadi, karena bahunya disentuh seseorang. Ashoka terpana, ia membatalkan semua gerakan yang bisa menimbulkan kecurigaan.

Ashoka #101 episode 91 23

Cerita serial Ashoka episode selanjutnya, Radhagupt menanyakan keberadaan Ashoka dengan wajah cemas pada Vasunandhar dan Subahu. Subahu menjelaskan mereka tak tau, tapi atas permintaan Ashoka sebelumnya, makanya mereka berdua datang untuk memberitau Radhagupt. Sementara itu, Dharma menyesali dirinya, “demi kepentingan diriku, aku menimbulkan musibah ini. Karena Acahrya Chanakya tidak ada, maka tidak ada yang bisa melindungi Ashoka. Aku bisa hidup jauh dari suamiku, aku bisa mengorbankan impian bertemu dengannya. Tapi aku tidak akan biarkan Ashoka terlibat musibah”.