Bindusara mulai mencari tau, “Atas permintaan siapakah ini dilakukan”. Si wanita tertunduk. Noor menelan ludah. Helena ikut bicara, “Sebutkan nama musuh itu, yang telah berani memainkan siasat untuk mencelakakan kami”. Si wanita pembuat krim memegang tangannya dengan gelisah, wajahnya tertunduk.

Bindusara menunggu pengakuan si wanita, begitu juga dengan Charumitra dan permaisuri Subrasi. Justin memperhatikan. Si wanita mengangkat wajahnya, melirik ke arah Noor. Justin yang mengawasi, jadi melirik Noor juga, terlihat Noor menggeleng tanpa kentara. Si wanita kembali menundukkan wajahnya dengan wajah berkeringat dingin. Noor cemas. Justin melirik si wanita tersangka dengan wajah berpikir.

Ashoka serial  #81 episode 71 24

Bindusara menunggu jawaban. Si wanita menyebutkan satu nama, “Kallingga, Kalingga!”. Noor menarik nafas lega. Helena mengernyitkan wajahnya. Charumitra terkejut, begitupun dengan Subrasi. Justin kembali memperhatikan ekspresi Noor. Khorasan, Raajaajiraaj, Calata dan Bindusara sendiri, terpana mendengar nama yang disebutkan wanita itu.

Bindusara mengernyitkan wajahnya tak menegrti, “Kalingga?”. Si wanita mengangguk dengan wajah semakin dibanjiri keringat. Justin melirik Noor. Noor mengatur nafas, bersuara, “Yang Mulia, sudah terbukti bahwa, apapun yang terjadi, aku tidak terlibat”. Bindusara mendengarkan, Justin dan Helena berpikir. Si wanita tertuduh menundukkan wajah. Khorasan menunjukkan wajah tenang. Noor meneruskan ucapannya, “Tapi dengan mencurigai aku, seharusnya harga diriku tidak dilukai disini”.

Bindusara menjawab kalem, “Tidak ada yang mencurigai apa ucapanmu permaisuri Noor”. Noor melongo. Helena memperlihatkan wajah kesal. Bindusara bicara pada wanita tersangka, “Perintah apa yang diberikan kepadamu, ada rencana apa dibalik semua ini”. Si wanita dengan terbata memberi alasan, “Aku, aku disuruh untuk melukai Agnishikha supaya pernikahan ini dibatalkan. Dan, hubungan dengan Ujjain, terputus kembali”.

Bindusara memegang gagang pedangnya yang berfungsi seperti tongkat dengan menahan kesal. Raajaajiraaj terkejut mendengar pengakuan si wanita. Calata jadi berpikir. Wajah Helena sangat kaget. Noor tersenyum tipis. Charumitra dengan wajah datar. Subrasi terkejut, Justin makin berpikir. Khorasan wajah menunggu.

Bindusara membuat keputusan, “Aku jatuhkan dia dengan hukuman seumur hidup”. Si wanita pembuat krim terkejut, menggeleng ketakutan. Helena melirik Bindusara yang menjatuhi hukuman sangat berat. Justin melirik Noor. Noor mencoba menenangkan si wanita lewat tatapan matanya. Justin berpikir, kembali menatap si wanita yang masih menggelengkan wajahnya.

Bindusara bersuara lantang, “Cepat bawa dia!”. Raajaajiraaj, menatap Bindusara. Noor terlihat agak tegang. Si wanita dengan ketakutan bicara, “tidak Yang Mulia, ma’afkan aku, ma’afkan aku Yang Mulia!”. Bindusara mengernyit bingung. Helena terpana mendengar teriakan si wanita yang seperti sangat ketakutan. Charumitra mengernyitkan wajahnya. Noor mengangkat wajahnya menatap kepergian si wanita suruhannya meninggalkan ruangan yang terus menatap ke belakang. Noor tersenyum lega.

Ashoka serial  #81 episode 71 25

Raajaajiraaj bersuara, “Kalingga yang membuat recana keji ini, tidak kusangka Yang mulia”. Bindusara tercenung di singgasananya. Calata berdiri, “Karena adanya hubungan Magadh dengan Ujjain maka banyak kerajaan yang tidak menyukai Yang Mulia. Tapi anda jangan khawatir, aku akan menyelidiki hal ini”.

Khorasan ikut berpendapat, “Juga jangan lupa untuk memperketat penjagaan”. Calata melihat Khorasan yang memberi usul. Helena jadi berpikir. justin yang wajahnya masih jutek, kembali melirik Noor. Noor menundukkan pandangannya. Subrasi tercenung, begitupun dengan Charumitra.

Bindusara setuju dengan usuln Khorasan, “Tentu saja Mir”. Calata mengangguk, kemudian duduk kembali. Bindusara menambahkan, “Jangan sampai, kita sibuk dalam acara pernikahan dan musuh memanfaatkan hal ini, untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin untuk bisa kita hentikan. Kita harus berbuat sesuatu”. Helena semakin berpikir mendengar ucapan Bindusara yang setengah instruksi itu. Khorasan mengangguk, “Baik”.

Bindusara bicara lain, “Aku juga ingin minta ma’af atas kejadian ini Raja Raajaajiraaj. Bagaimana kesehatan Agnishikha”. Raajaajiraaj tersenyum, mengangkat kedua telapak terkatup di depan dada, “Sudah agak baikan Yang Mulia. Aku berharap, sampai tanggal pernikahannya, dia akan sembuh secara sempurna”. Bindusara mengangguk-angguk.

Raajaajiraaj masih bicara, “Yang Mulia, aku ingin memberikan hadiah pada pelayan itu yang telah mengobati Agnishikha tepat waktu dan menyelamatkannya dari kecelakaan”. Noor menunjukkan wajah kaku. Charumitra menunggu tindakan apa yang diambil Bindusara. Helena tersenyum, bisa jadi pemicu kejemburuan antar permaisuri.

Bindusara ingin tau, “Siapa pelayan itu, suruh dia menghadap aku sekarang juga. Aku juga ingin memberikan hadiah”. Permaisuri Subrasi memberitau, “Yang Mulia, dia tidak akan bisa datang kemari karena pergi ke klinik bersama tabib untuk membawa Agnishikha”. Bindusara merespon, “Kalau begitu berikan hadiah atas namaku. Dan katakan padanya aku berterima kasih padanya”. Subrasi tersenyum, “baik”. Justin memperhatikan ekspresi Noor yang terlihat tidak senang mendengar Agnishikha bisa diselamatkan oleh pelayan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :