Ashoka serial  #81 episode 71 06

Di sebuah bukit tiga orang Acharya yang mengawasi pertandingan memperhatikan Ashoka yang terus berlari sambil menggendong Siyamak di punggung. Tripha Acharya memberikan komentar, “Bagaimana pangeran Siyamak bisa kita biarkan maju dalam keadaan begitu. Kalau lukanya, tidak segera diobati, itu bisa membahayakan dia, lalu apa yang akan kita jawab pada Yang Mulia”.

Acharya Akramak yang berdiri di sebelah Tripha Acharya, merespon, “Ada aturan dalam pertandingan, kalau pesertanya pingsan atau dia mengaku kalah dan keluar dari pertandingan ini, maka kita tidak punya hak untuk ikut campur dalam kemauan Siyamak”. Tripha Acharya yang berusaha secara halus mengurangi saingan Sushima tidak berhasil mempengaruhi guru lain.

Kepala sekolah yang berdiri di sebelah Akaramak, juga ikut berkomentar, “Acharya Akramak berkata benar. Pertandingan kelangsungan hidup ini untuk menguji ketabahan peserta, ujian tekadnya yang keras, ujiannya adalah menghadapi berbagai musibah, sejauh mana mereka bertahan. Persahabatan yang terjalin antara Ashoka dan Siyamak adalah contoh yang sangat baik dalam hal ini.

Dari atas bukit, para guru itu terus memperhatikan Ashoka yang berlari sambil menggendong Siyamak dipunggungnya. Tripha Acharya memperlihatkan wajah kurang senang. Akramak menatap bangga sikap dua anak didiknya.

Ashoka serial  #81 episode 71 07

Di sebuah kedai minuman plus-plus, di ruang riasnya, mata-mata cewek grup Chanakya, rambutnya sedang di urus, dia bicara pada teman-temannya, dengan suara dikeraskan, “Aku dengar kalau wajah pria Yunani itu seperti Dewa, tapi, dianatara kaum Seleucus Nicator, aku tidak melihat ada pria seperti itu”.

Satu pelayan wanita nyahut, “Kau berkata benar, tapi aku tau, kemarin ada satu orang kerdil yang datang padaku, dan kelihatannya seperti orang baru di Pathaliputra, *Simata-mata berpikir*, Orangnya pendek sekali, tapi kalau kita mendengar dengkurannya, bahkan Dewa pun akan kabur. Telingaku masih berdengung sekarang”. Mata-mata Chanakya langsung duduk dari posisi rebahannya, “Siapa namanya”. Si pemberi informasi tentang lelaki kerdil Yunani, agak heran, “Nama? Dia tidak memberitaukan namanya, tapi dia sudah tua dan bawaannya berprilaku aneh, dia pergi sebelum matahari terbit”.

Mata-mata Chanakya mencoba menggali informasi, “Apa dia mengatakan sesuatu? Mau kemana atau datang darimana”. Wanita yang punya informasi tentang orang kerdil menjawab diplomatis, “Kalau sebelumnya aku tau, kau tertarik padanya, aku pasti akan tanyakan”, sambil senyum menggoda. Si mata-mata menunjukkan wajah penasaran, “Kalau kembali, kirimkan saja dia padaku, karena aku tidak merasa keberatan dengan pria yang suka mendengkur”. Mereka pun tertawa. Simata-mata kemudian membathin, ‘Aku harus beritau Acharya Chanakya”, sambil mengangguk-ngguk berpikir.

Ashoka serial  #81 episode 71 09

Di sebuah pasar, si lelaki kerdil sedang berjalan sendirian di tengah keramaian, sambil melangkah, ia terbayang ucapan Helena sebelumnya, ‘Kau harus pergi bergaul dengan warga sampai tak ada yang curiga padamu dan tidak ada yang ditangkap oleh Chanakya, dan kau lakuan semua perintahu ini”. Saat itu ia menjawab Helena, ‘Bertahun-tahun aku menyembunyikan diri darinya, dan sekarang Anda menyuruh aku untuk menjadi tawanan ibu suri’. Helena dengan suara dan wajah dingin merespon, “Lakukan saja apa yang diperintahkan, tidak usah banyak bicara!”. Si kerdil tetap bicara, “Tapi Anda harus memastikan dulu, bahwa anda akan membebaskan aku dari sana ibu suri”. Saat itu, Helan menjawab dengan suara yakin, “Pasti akan ku bebaskan”. Lelaki kerdil pun melangkah dengan yakin di tengah pasar.

Di ruangannya, Chanakya yang menadapat laporan dari mata-matanya, berkir dengan heran, “Selama ini menyembunyikan dirinya dariku, lalu tiba-tiba, muncul dihadapanku, hal itu rasanya tidaklah wajar”. Si mata-mata wanita yang menyampaikan informasi, memberi sikap salam, bersuara, “Ada perintah apa untukku Acahrya”.

Chanakya memberi instruksi, “Kalau dia datang kepadamu, campurkan ini di dalam minumannya dan berikan padanya”, sambil menyerahkan gelas ditutup kain merah, “Dan setelah itu, beritau aku secepatnya, setelah dia benar-benar sudah pingsan”. Si mata-mata wanita menatap gelas ditangannya, “Baik Acharya”. Chanakya menatap dengan tatap berpikir.

Ashoka serial  #81 episode 71 04

Di rute pertandingan, Ashoka masih berlari dengan Siyamak dipunggungnya. Ashoka mengatur nafas sambil membawa beban Siyamak, tapi tetap semangat dan tak mau berhenti. Siyamak menatap Ashoka, terbayang ucapan ibunya, Noor, sebelum pertandingan, ‘Siyamak, kau harus bisa mengalahkan Sushima! Karena dihadapan ayahmu nanti, kau harus bisa membuktikan bahwa hanya kau yang layak menjadi pewaris’.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :