Ashoka yang memegang patahan ranting pohon mint memberitau, “Kata orang, untuk menyelamatkan diri dari para raksasa, Dewa Surya sampai berlindung dibawah pohon mint. Karena itulah menjadi tradisi, bahwa siapapun yang menanam benih mint untuk tiga hari dan kemudian mengairinya, maka setelah kematiannya, selama tiga yuga, maka dia akan mendapatkan tempat di alam surya dan tidak akan pernah ke neraka”.

Ashoka episode #48 12

Sushima memberi tanggapannya, “ternyata kau tau banyak tentang tumbuh-tumbuhan dan juga tentang para Dewa”. Ashoka merasa itu hal wajar aja, “Kau juga tau banyak tentang cara memainkan pedang Pangeran. Semua tergantung, dimana kita dilahirkan dan dalam lingkungan apa kita dilahirkan”. Sushima memegang pundak Ashoka, “Aku yakin pasti kematanganmu inilah yang membuat ayahku kagum padamu Ashoka. Aku juga akan segera belajar, bila tinggal bersamamu”. Ashoka tersenyum lega.

Sushima merasa Ashoka sudah mempercayainya, “Baiklah Ashoka, apa tidak ada tempat disini, dimana aku bisa melihat seluruh wilayah ini”. Ashoka menjawab cepat, “A ada satu tempat, ayo ikut aku”. Ashoka melempar ranting mint ditangannya, “Ayo”, sambil melangkah duluan. Sushima mengikuti.

Ashoka episode #48 13

Di istana, di ruangan Helena, Justin menghampiri ibunya, “Mitira, kau memanggilku”. Helena memberitau maksudnya, “Aku ingin kau menulis sebuah surat”, sambil menunjuk bangku dimana alat tulis sudah tersedia. Justin dengan wajah tak bersemangat melangkah, bersiap dengan alat tulis ditangan. Helena yang tetap berdiri, mulai mendiktekan kata-kata yang akan ditulis Justin, “Yang Terhormat, Raja Ujjayani, Rajaajiraaj”. Justin menatap ibunya tajam, “Kenapa kau melakukan ini Mitira”.

Helena tak merespon, “Tulis! Cepat tulis!”. Justin dengan wajah menahan kesal mengikuti kemauan ibunya itu. Helena mendiktekan kalimat selanjutnya, “Dengan senang hati, aku memberitaukan bahwa Yang Mulia Raja Bindusara, akan segera kembali ke Pathaliputra”. Justin semakin menunjukkan wajah merengut tak suka.

Helena cuek, duduk di sofa yang ada di dekatnya sambil mendiktekan kalimat yang harus ditulis Justin, “Karena itu, aku mohon padamu, agar lamaran pernikahan keponakanmu, atau putrinya dari mendiang kakakmu saktiraaj, yaitu Agnishikha untuk putraku Justin. Aku berharap kau kirim secara tertulis dan resmi”. Helena menatap Justin yang tertegun-tegun dengan mata berpikir saat akan menuliskan kalimat tersebut. Tangan Justin terhenti.

Helena menerukan mendiktekan kalimat, “Pendeta kami sedang mencari tanggal pernikahan yang tepat, dan putraku Justin, berharap agar pernikahan ini,,”. Justin tak sanggup lagi, ia berdiri, berteriak, “Lebih bagus kalau kau memberiku racun Mitira!”. Helena terkejut, berdiri, melangkah kehadapan Justin, berbicara dengan nada dingin, “Kalau kau memang perlu racun, itupun akan ku berikan! Kecantikan Noor telah membutakan dirimu, untuk menghilangkan hal itu, aku akan melakukan segalanya, semampuku. Karena itu lebih baik, kau buang dia jauh-jauh dari hatimu itu!”.

Justin menjawab dengan geram, “Noor tidak akan bisa keluar dari hatiku. Tidak ada yang bisa mengeluarkan dia! Kau juga tidak!”. Helena mengingatkan, “Kau punya waktu sampai Bindusara kembali kesini. Bila sekali Bindusara sudh memberikan persetujuannya, maka aku, tidak akan menerima kebodohan apapun bentuknya”, sambil menatap Justin dengan tatap dingin. Justin menahan geram, keluar dari ruangan itu. Helena menahan kesal juga, Justin sudah tak patuh lagi.

Ashoka episode #48 16

Di hutan, Ashoka menunjukkan satu tempat yang membuat Sushima sangat bersemangat melihat pemandangan di depannya, ngarai yang indah dan dalam, ia mengaguminya, “Bagus, Indah sekali! Ini pasti salah satu pemandangan terindah di Magadh”. Ashoka berdiri melihat Sushima dengan tersenyum.

Sushima membuat corong dengan menggunakan tangan, kemudian berteriak ke arah ngarai, “Apakah ada oraaangg!!’, suaranya menggema. Sushima tersenyum, “Aku bisa menghabiskan seluruh hidupku disini, dengan meninggalkan kemewahan istana. Disini tenang sekali”, sambil memperhatikan daerah di depannya.

Sushima melangkah lebih dekat lagi melihat pemandangan di depannya. Ashoka agak khawatir, ikut berlari menyusul Sushima, “Hei, Pangeran Sushima, hati-hati”. Mereka sudah berdiri dibibir ngarai yang curam, Sushima merespon, “Aku berkata jujur, kalau ayahku ikut dengan kita sekarang, dia pasti akan senang Ashoka. Kau benar-benar beruntung Ashoka kau tinggal disini”. Ashoka sekali lagi tersenyum melihat Sushima yang begitu kagum dengan pemandangan di depannya.

Ashoka episode #48 15

Sushima mulai melaksanakan tahap rencananya, “Coba lihat Ashoka, apa itu”, sambil menunjuk sesuatu. Ashoka melihat ke arah yang ditunjuk Sushima, matanya mencari, Sushima menunggu. Ashoka melihat lebih teliti, “Apa, aku tidak melihat apa-apa”. Sushima seakan memberi arah yang lebih detail, “Itu batu besar disana, liht lurus disana, aku bisa melihat dengan jelas, kau tidak bisa melihat?”. Ashoka menggeser tempatnya berdiri tanpa sengaja, “Aku tidak bisa lihat”.

Sushima memberi arahan, “Lihat lurus ke arah sana”. Ashoka makin bingung, “Yang Mana”. Sushima meyakinkan, “Yang itu”, padahal tak ada yang dilihatnya, ia melirik sepintas ke wajah Ashoka yang menanggapinya dengan serius, terus mencari dengan matanya, apa yang dimaksud Sushima, berdirinya semakin bergeser ke depan Sushima berdiri. Sushima tersenyum memperhatikan Ashoka. Ashoka terus mencari dengan matanya, apa yang dipertanyakan Sushima.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :