Shakuntala episode 89 #88 05

Di halaman istana. Dushyant bicara pada temannya, “Arnav, pergilah ke Ashram dan beritau keadaan disini. Katakan juga pada Shakuntala, aku akan kesana setelah tugasku di Ranhpurt selesai. Sementara itu, dia tidak perlu menceritakan apapun pada ayahnya”. Arnav meyakinkan, “Kau pergi saja ke Ranhpurt, aku akan atasi semuanya”. Dushyant tersenyum, “terima kasih”.

Arnav berpesan, “Jaga dirimu baik-baik Dushyant. Aku akan segera menuju ashram”. Dushyant melangkah meninggalkan Arnav. Arnav yang masih berdiri memperhatikan Dushyant, didatangi prajurit yang menyampaikan pesan, “Yang Mulia memanggil anda”. Arnav menjawab, “Baiklah”, sambil langsung melangkah.

Malam harinya, Rishi Kanva berdoa di tempat pemujaannya dibawah pohon, “Bagaimana dengan Shakuntala Dewa. Dia sudah melakukan kesalahan besar. Apa tidak ada jalan lain untuk menghilangkan kesalahan perbintangannya, untuk menyelamatkan dia dari ketakberdayaannya, bantu aku Dewa. Bantu aku”.

Di pintu gerbang, Shakuntala masih berdiri disitu, mondar-mandir menunggu dengan gelisah. Di depan istana, Dushyant bersiap naik ke kudanya, sambil membathin, “Arnav pasti sudah sampai di ashram untuk menyampaikan kabar pada Shakuntala. Kau jangan khawatir Shakuntala, akan aku usahakan datang secepatnya”. Saat melamun diatas kuda itu, Panglima Chandravan memberitau Dushyant, “Pangeran Yang Mulia memanggil anda. Anda harus segera datang kesana”. Dushyant pun memerintahkan pasukannya untuk jalan.

Shakuntala episode 89 #88 08

Di depan gerbang ashram, Shakuntala masih gelisah sambil menatap jauh keluar, “Harusnya sekarang, Pangeran Dushyant sudah datang. Dimana dia”. Rishi Kanva mengahmpirinya, “Shakuntala, disini, kau dibesarkan dengan sangat sederhana nak. Ayah tidak kenal orang-orang bangsawan. Entah dia datang atau tidak Nak”. Shakuntala langsung bela Dushyant, “Tidak Yah, dia pasti akan datang. Ayah tenang saja. Dan Pangeran Dushyant tidak pernah ingkar janji”.

Rishi Kanva tetap cemas, “Tapi entah kenapa, ayah merasa bahwa Pangeran Dushyant tidak akan datang”. Shakuntala terpana, melihat ke kejauhan.

Di jalan, Dushyant sudah memimpin pasukannya menuju daerah yang dibilang sedang memberontak.

Di depan ashram, Shakuntala masih menunggu. Rishi Kanva menatap putrinya itu masih dengan penyesalan atas semuanya, “Shakuntala kau melakukan kesalahan sebesar ini. Kau menikah tanpa ijin ayah. Mungkin ayah yang salah memberikan pengasuhan padamu, sampai kau mengambil langkah sebesar ini”. Shakuntala kembali meneteskan air matanya, “Tidak ayah. Jangan bilang seperti itu. Ayah tidak bersalah, aku yang bersalah. Biarkan, biarkan Pangeran Dushyant datang dan menjelaskan semuanya kepada ayah”.

Rishi Kanva tetap tak yakin, “Tapi Nak, tidak ada gunanya menunggu lagi. Kalau mau datang, dia akan datang”. Shakuntala tertunduk, tapi kemudian matanya tetap menatap jauh.

Di tempat lain, Duhyant masih bergerak dengan pasukannya.

Shakuntala episode 89 #88 09

Di depan gerbang, Shakuntala memegang pelipisnya. Di atas kuda, Dushyant menatap tajam jalan di depannya. Di depan ashram, Shakuntala menyebut nama Dushyant, kemudian terjatuh, pingsan.

Rishi Kanva kaget, “Shakuntala”. Menghampir Shakuntala, mengangkat kepalanya, “Shakuntala, kau kenapa nak. Shakuntala buka matamu nak”. Rishi Kanva melihat sekeliling, ashram sudah sepi. Ia menaroh kepala Shakuntala baik-baik, bergegas mengambil air, memercikkan ke wajah Shakuntala. Mata Shakuntala bereaksi. Rishi menaroh wadah berisi air, mengangkat kepala putri kesayangannya, “Shakuntala, buka matamu nak”.

Shakuntala episode 89 #88 10

Shakuntala membuka matanya, mengangkat kepalanya, memeluk Rishi Kanva, “Ayah, Ayah ma’afkan aku. Seharusnya aku tidak boleh menikah tanpa seijin dari ayah. Aku merasa banyak kesalahan ayah. Tapi, tapi Pangeran Dushyant, bukanlah orang seperti yang ayah pikirkan. Dia, dia pasti akan datang. Dia akan menjemput aku, dan bertemu langsung dengan ayah”. Rishi Kanva hanya mengusap kepala putrinya.

Rishi kemudian melepaskan pelukannya. Shakuntal deriri, menatap jauh ke luar gerbang, “Janagn-jangan, dia terjebak musibah”. Rishi Knava membalikkan badan. Shakuntala memegang pundaknya, “Ayah, ayah boleh menghukumku apa saja. Tapi aku mohon, jangan marah padaku. Aku tidak akan tahan ayah, aku akan hancur”. Shakuntala menangis tertunduk. Rishi Kanva menarik tangan Shakuntala, “Ayo”, mengajaknya masuk, karena sudah terlalu malam. Shakuntala masih menoleh ke belakang, menatap keluar gerbang ashram.

Shakuntala episode 89 #88 12

Sementara itu, Panglima Chandravan mengangkat tangan, “Berhenti”, memerintahkan pasukan untuk berhenti. Dushyant menoleh kaget ke arahnya, “Panglima, kenapa kita berhenti disini. Kita harus maju dan melihat, apa alasan pemberontakan ini”. Panglima menjawab, “Ma’af Pangeran. Saat itu Yang Mulia sedang sakit, jadi aku tidak bis mengatakan apapun. Tapi keadaan disini sangat buruk Pangeran”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :