Shakuntala episode 88 #87 05

Shakuntala melihat Karan. Karan bicara, “Masalahnya adalah siapa yang akan menceritakan lebih dulu”. Rishi Kanva tersenyum. Shakuntala memutuskan, “Ayah lebih tua dari kita, jadi biar ayah yang menceritakan lebih dulu. Silahkan ayah”. Karan mengangguk setuju.

Rishi Kanva berkata, “Apa kau tau Nak, kenapa Ayah pergi bertapa begitu lama”. Shakuntala menjawab, “Tidak ayah”. Rishi Kanva memberitau, “Ada kesalahan dalam ramalan perbintanganmu”. Shakuntala merasa bumi tampatnya berpijak, berputar lebih cepat. Karan tercenung.

Rishi Kanva meneruskan, “Kalau kau menikah disaat bulan purnama, akan berakibat sangat fatal. Kau akan mengalami penderitaan, *Shakuntala Karan, berdiri kaku, terpana*, Setelah menikah, kau akan banyak mengalami penderitaan”. Rishi Kanva tersenyum, “Tapi sekarang tidak usah cemas Nak. Ayah sudah melakukan pertapaan keras untuk hal itu. Setelah kau menikah nanti, hal buruk itu, tidak akan berpengaruh dalam kehidupan rumah tanggamu”. Shakuntala dan Karan semakin merasa, bumi tempat mereka berpijak, putarannya jadi lebih cepat, mereka terdiam.

Shakuntala episode 88 #87 06

Shakuntala tertunduk, menahan tangis. Rishi Kanva menatapnya, “Shakuntala, *usap mata*, tadi apa yang ingin kau sampaikan. Katakan ada apa”. Shakuntala yang tampak pucat, bicara, “Ayah, aku,,”, ia terdiam bingung. Karan langsung mengambil alih situasi, “Kelihatannya Shakuntala lupa”. Shakuntala berusaha tersenyum. Rishi Kanva tersenyum, “Tidak apa-apa. Nanti kalau ingat, cepat cerita. Baiklah kita petik jeruk lagi”. Shakuntala dengan wajah senyum terpaksa menggerakkan kepalanya. Rishi Kanva melangkah ke pohon jeruk yang lain.

Shakuntala menarik nafas dalam, keranjang ditangannya terlepas, beberapa jeruk yang sudah dikumpulkan keluar dari keranjang. Shakuntala wajahnya sudah seperti menahan sakit, “Karan, apa yang telah kulakukan. Ayah pergi untuk bertapa demi aku. Aku tidak tau hal itu. Bagaimana, jika apa yang dikatakan ayah, ternyata benar”. Karan yang melihat jelas kecemasan Shakuntala berkata, “Kau jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. Pangeran Dushyant sangat mencintaimu, kalau kau bersamanya, tidak mungkin masa depanmu buruk, dia pasti akan sangat membahagiakanmu”.

Shakuntala menghapus air matanya, tersenyum tipis, tapi cemas lagi, “Tapi Karan, dua hari lagi Pangeran Dushyant akan ke ashram untuk menjemputku. Aku harus menceritakan semuanya, sebelum kedatangannya. Aku benar-benar bingung sekarang. Karena aku, pertapaan ayah selama ini menjadi gagal”. Karan berpikir, “Pangeran Dushyant akan datang setelah dua hari inikan. Kirim surat padanya, dan katakan hal ini padanya. Apapun yang terjadi, dia bisa mengatasinya”.

Shakuntala seperti baru ingat, “Ya, aku tidak terpikir hal itu”. Karan tersenyum, “Karan punya solusi, dari semua masalah. Kau lupa ya”. Shakuntala bisa tersenyum lega.

Shakuntala episode 88 #87 08

Di kamarnya, Shakuntala gelisah. Ia mengambil alat tulis, mulai duduk dan menulis surat: “Duhsyant sayang, Ayah sudah kembali ke ashram, dan aku sudah mengetahui, alasan kepergian ayah bertapa. Aku yakin sekali kau akan kesini dan mengatasi masalah ini”.

Selesai menulis surat, Shakuntala ke pinggir kolam, mencari merpati pengantar surat, menangkapnya, mengikat gulungan surat dikaki si merpati. Shakuntala berbisik pada merpati, “Pergilah pada Pangeran Dushyant, dan berikan surat ini kepadanya, dan katakan pada dia, kalau aku, sangat merindukan dia. Mengerti”. Shakuntala mengusap merpati pengantar surat, kemudian melepaskannya. Shakuntala tersenyum lega.

Shakuntala episode 88 #87 09

Di istana, dipinggir jendela kamarnya, Dushyant yang berdiri berhadapan dengan Arnav, membaca surat dari Shakuntala, “Datanglah besok dan ceritakan semuanya pada ayah. Shakuntala”. Merpati pengantar surat masih hinggap dibahunya. Arnav bertanya, “Apa yang akan kau lakukan, apa kau sudah memikirkannya”. Dushyant menjawab, “Sudah ku pikirkan. Aku harus pergi ke ashram untuk sehari, aku harus menceritakan semuanya pada Rishi Kanva, tentang pernikahan kami. Aku tidak akan meninggalkan Shakuntala begitu saja”.

Arnav mengingatkan, “Tapi apa Yang Mulia akan membiarkanmu pergi. Kau baru saja kembali kesini, dan lagi pula, kesehatan ayahmu belum pulih benar”. Dushyant menyampaikan tekatnya, “Bagaimanapun, aku harus pergi Arnav. Shakuntala sedang menungguku. Atau jangan besok, aku akan berangkat sore ini, dan aku akan kembali lagi besok pagi, hanya untuk sehari saja. Sementara itu, tolong kau urus pekerjaan disini”.

Shakuntala episode 88 #87 11

Arnav menenangkan temannya itu, “Baiklah, kau jangan mencemaskan masalah disini. Kau pergi saja ke ashram, yang lainnya serahkan padaku”. Dushyant memegang pundak Arnav, “Kalau bukan dirimu, entah siapa yang akan membantuku. Kau yang selalu membantuku setiap kali aku butuh bantuan”. Arnav tersenyum, “Kalau bukan teman yang membantu, lalu siapa lagi”.

Dushyant mengambil merpati dipundaknya, mengusapnya, “Aku akan mengirimkan surat tentang kedatanganku, supaya Shakuntala agak tenang”. Dushyant tersenyum.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :