Shakuntala episode 68 #67 05

Di salah satu lorong, Veer muncul dari arah berlawanan, dia kaget melihat Gauri, Permaisuri dan Kalki yang berjalan ke arahnya, tapi sudah terlambat untuk mundur. Gauri melirik ibunya yang melangkah di sampingnya. Permaisuri menatap Veer dengan heran, Veer memberi salam, “Salam Permaisuri”. Kalki yang berwajah panik langsung bertanya, “kau sudah menemukan Pangeran Dushyant”. Veer menggeleng, melirik Gauri sepintas.

Permaisuri menyampaikan keheranannya, “Panglima Veer, kau sudah pergi, bukan? Kenapa kembali lagi”. Veer menunduk, “Iya, Permaisuri”. Ratu menyelidik, “Lalu apa yang kau lakukan disini”. Veer beralasan, “Karena Putri Kalki menyuruhku mencari Pangeran Dushyant Permaisuri, aku sudah mencarinya, tapi belum menemukannya”. Ratu melunak, “Kau teruskan saja mencarinya, jika sudah ketemu, suruh dia menemui aku”. Veer bilang baik, kemudian beranjak dari hadapan permaisuri.

Salah satu parjurit muncul membawa perhiasan, Ratu terkejut, “itu kan yang dipakai Dushyant, dimana kau menemukannya?”. Prajurit memberitau, “dari luar gudang ibu Ratu”. Permaisuri melihat ke Gauri dengan wajah bingung. Gauri cemas. Kalki apalagi, sangat cemas, Ratu Hastinapura bakal lepas dari tangannya.

Shakuntala episode 68 #67 07

Di gudang, Shakuntala main bathin lewat Dushyant. Dua-duanya sama-sama gelisah, tapi ego masih menghalanginya. Shakuntala yang berdiri membelakangi Dushyant mulai cemas. Dushyant memperhatikan Shakuntala dari belakang. Shakuntala membalikkan badan, melihat ke arah Dushyant berdiri, gantian Dushyant yang berdiri membelakangi Shakuntala. Shakuntala membathin, ‘mungkin aku melakukan hal yang tidak benar, aku tidak baik bicara kasar padamu. Kau, sangat tersinggung dengan ucapanku’. Shakuntala menatap punggung Dushyant dengan tatap sedih. Ia membalikkan badan.

Dushyant berbalik melihat ke arah Shakuntala yang sudah memunggunginya lagi, membathin, ‘Aku memang tersinggung, tidak pernah ku sangka dalam mimpi sekalipun, kalau kau akan bicara begitu padaku. Susahnya diabaikan seperti ini, aku tidak bisa jadi sahabatmu pun tak apa-apa, tapi jangan jadikan aku sebagai musuhmu’. Dushyant menunduk, membalikkan badan menyembunyikan sedihnya.

Shakuntala berdiri gelisah, berpikir, ‘apa yang sebenarnya, terjadi padaku sekarang. Kenapa setiap saat, aku selalu memikirkan dirimu, kenapa aku masih sangat memikirkanmu’. Sambil terus berdiri punggung-punggungan, Dushyant seperti menjawab pikiran Shakuntala lewat bathinnya, ‘aku tau, kau tidak mau berurusan lagi denganku. Apa yang ku pikirkan, apa yang ku inginkan, apa yang ku lakukan, tidak ada pengaruhnya bagimu. Kalau memang itu kemauanmu. Maka baiklah, mulai sekarang, aku tidak akan menghalangimu’.

Shakuntala episode 68 #67 08

Shakuntala, seperti mendengar suara bathin Dushyant, membalikkan badan, menatap punggung Dushyant. Tapi yang terlontar justru ucapan, “Apakah tidak ada jalan lain untuk bisa keluar dari sini”. Geraham Dushyant mengeras, ia membalikkan badan, menatap Shakuntala, “kelihatannya kau tidak sabar ingin keluar dari sini. Jangan-jangan alasannya adalah diriku. Katakan, jawab aku”. Shakuntala hanya menatap Dushyant dengan wajah panik. Dushyant makin kesal, “Kau mana bisa menjawab, aku tau yang kau inginkan. Kau ingin keluar dari sini bukan. Akan ku penuhi keinginanmu”. Dushyant dengan wajah marah mencari benda yang bisa dipergunakannya untuk membuka pintu.

Dushyant membuka setiap peti yang ada disitu dengan marah. Shakuntala panik melihatnya. Dusyant melempar benda yang menghalangi tapi tidak diperlukannya. Ia membuka setiap peti, berkata marah, sambil menoleh ke Shakuntala, “Yang salah bukan diriku atau dirimu, tapi nasib kita yang membuat diri kita saling berhadapan”. Dushyant mengeluarkan isi peti, tapi benda yang bisa membantunya tidak ditemukan. Shakuntala makin panik melihat Dushyant yng marah.

Dushyant menemukan pisau. Ia menggenggam kuat gagangnya, melangkah ke pintu, mencoba membuka pintu dengan pisau itu, tapi bukan mencongkel kuncinya, tapi lebih kepada memukul pintu dengan pisau dalam luapan marah, “Sudah cukup! Aku akan menghabisi semua jalan yang mempertemukan kita terus”. Dushyant memukul pintu dengan pisau di tangan dengan sekuat tenaga dengan wajah penuh marah.

Shakuntala yang cemas, berlari ke dekat Dushyant, “Apa yang kau lakukan. Hentikan! Kalau tidak, kau akan terluka”. Dushyant tanpa menghentikan memukul pintu, menjawab dengan emosi, “Kau mau keluar dari sini kan, aku akan keluarkan”. Shakuntala berteriak dengan cemas, “Hentikan Dushyant!”.

Shakuntala episode 68 #67 10

Di ruang lain istana, Raja sudah mendapat laporan kehilangan Dushyant. Raja berkata pada mentrinya, “Mentri masalahnya semakin serius, Pangeran Dushyant dan juga Shakuntala, tidak bisa dicari. Tugas untuk pencarian Pangeran Dushyant, akan dilakukan dari medan perang. Katakan pada para prajurit agar mencari diseluruh sudut istana ini. Cari juga diluar istana, cari diseluruh negeri ini. Aku ingin Pangeran Dushyant secepatnya dibawa kesini. Pergilah. cepat lakukan”.

Mentri menjawab, “Yang Mulia, anda jangan khawatir, aku akan perintahkan para prajurit untuk melaksanakan tugas ini”. Raja mengisyaratkan dengan tangannya. Mentri memerintahkan prajurit untuk meninggalkan ruangan, “Prajurit, ayo pergi”.

Raja tercenung di singgasananya. Ratu yang dari tadi berdiri dengan wajah cemas, di dampingi Gauri dan Kalki bersuara, “Yang Mulia, apa pendetamu tau dimana putraku Dushyant”. Raja berdiri, “Permaisuri, sementara ini aku belum punya jawaban atas pertanyaan mu itu”. Ratu makin sedih, “dia pasti baik-baik sajakan”. Raja dengan wajah sedihnya menjawab, “Haah, aku tidak tau permaisuri, kau tau sendirikan, seorang raja punya banyak teman, tapi juga punya banyak musuh”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :