Sementara itu di gubuk, di dalam hutan, Veer tetap terlihat menggigil kedinginan, walau sudah diselimuti Gauri dan tetap menggigau, “air,air”. Gauri melihat tak tega padanya.

Gauri pun mendekat ke Veer yang terbaring lemas, “aku akan ambilkan air”. Gauri lalu berdiri. Veer dengan kesadarannya yang masih ada, refleks meraih tangan Gauri dan memegangnya erat.

Shakuntala episode 38 # 37 12

Gauri menatap Veer dengan perasaan tak menentu. Veer yang sakit mengucapkan kata-kata, “jangan tinggalkan aku, aku, aku tidak mau sendirian lama, jangan”. Veer mengucapkan dengan nafas sesak dan ketakutan.

Gauri kemudian jongkok lagi disamping Veer, melepaskan pegangan Veer dengan perlahan, mengusap punggung tangannya juga mengusap kepala Veer lembut. Veer masih saja mengatakan,”jangan pergi, jangan” dengan perasaan semakin ketakutan.

Shakuntala episode 38 # 37 13

Gauri dengan suara tenang, sambil terus mengusap kepala Veer, berusaha meyakinkan Veer yang sebenarnya berada dalam kondisi setengah sadar akibat demam yang di deritanya, “jangan takut, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri, kau harus sembuhkan, aku akan segera kembali membawakan air untukmu”. Terakhir, Gauri meyakinkan dengan mengusap tangan Veer sebelum melapaskan dan berdiri untuk mencari air.

Di ashram, Shakuntala terlihat panik membangunkan kedua temannya, “Priyambadha, Anhusuya, bangunlah, kenapa kalian masih tidur. Lihat, mataharinya hampir terbit. Kita harus berangkat sebelum matahari terbit, apa kalian lupa, kita akan terlambat”. Dia mengguncang-guncang temannya yang terlihat masih terbuai dalam tidurnya.

Shakuntala episode 38 # 37 14

Temannya bangun dengan terkantuk-kantuk. Shakuntala langsung menyuruh temannya itu untuk cepat. Dengan terkantuk, Pryamvada memberitau, “mataharinya terbit masih cukup lama Shakuntala, coba lihat keluar, masih sangat gelap”. Shakuntala terlihat bingung sendiri, kemudian melihat ke luar pintu yang terbuka, “oohh, aku pikir’ dengan rasa bersalah.

Anhusuya berkata, “apa kau tidak tidur sama sekali?”. Shakuntala mengatakan, “tidur sebentar, setelah aku terbangun, aku pikir”. Anhusuya menambahkan,”sepertinya sekarang ada yang sangat ingin bertemu Panglima Aditya, benarkan Pryamvada”. Teman yang ditanya langsung menjawab, “aku rasa juga begitu”.

Shakuntala episode 38 # 37 15

Shakuntala awalnya terlihat malu dengan tebakan dua temannya itu, tapi kemudian berusaha menutupinya dengan mengatakan, “aku bukan ingin bertemu Panglima Aditya, aku senang karena hari ini kita akan menadapatkan daun apel hutan dari lembah biru, setelah kita persembahkan ke kuil, semua keinginan kita selama ini akan dikabulkan oleh dewa”.

Dua temannya tersenyum. Shakuntala langsung tak sabar lagi, “sekarang ayolah, cepat kita bersiap-siap”. Anhusuya berkata, “ayo-ayo, jangan tunda lagi, lagi pula Panglima Aditya akan menunggu kita, benarkan”. Shakuntala mengiyakan.

Pryamvada berkata, “masih ada cukup waktu sampai pagi, ayo, tidurlah bersama kami”. Dua teman Shakuntala melanjutkan tidurnya. Shakuntala ikut berbaring di sebelah temannya dengan mata tetap terbuka dan menerawang langit-langit.

Di hutan, Gauri masih berjalan mencari air, ia mulai terlihat kelelahan dan terduduk lemas di batu yang ada disitu, “aku sudah tidak sanggup berjalan lagi”. Saat matanya mulai terkantuk, terbayang saat ia menyuruh Veer untuk mengambilkannya bunga, kemudian Veer kembali dengan menyerahkan bunga yang dia mau. Saat ini, Gauri baru mengerti arti wajah Veer saat itu yang ternyata menahan demam. Gauri menelan ludah. Di wajahnya terbayang lagi rintihan Veer meminta air.

Shakuntala episode 38 # 37 16

Gauri memeriksa luka dikakinya yang mulai membengkak, tapi semangatnya sudah kembali. Ia meraih gentong, kembali melanjutkan mencari air. Ia akhirnya sampai di sungai. Gauri duduk dibatu dipinggir sungai yang mengalir itu, mengisi gentong sampai penuh. Kemudian mencuci kakinya, sambil meringis menahan sakit.

Sementara itu, teman-teman Gauri dan prajurit terlihat sudah mulai lemas juga. Raghini mengusulkan untuk kembali ke istana aja dan memberitau semuanya pada raja. Dhamini langsung mengingatkan temannya itu, “apa kau sudah gila, kalau kita melakukan itu, maka kita bisa mati”. Ragihini yang sudah panik apa lagi yang harus mereka lakukan. Dhamini memutuskan, “kita akan cari mereka saat matahari terbit. Mungkin karena gelap, kita tidak bisa melihat mereka. Untuk saat ini kita berkemah dulu disini”.

Shakuntala episode 38 # 37 18

Gauri yang sedang membasuh kakinya melihat pohon yang berbuah lebat tak jauh dari situ. Ia mengambil gentong, lalu berdiri dan berjalan menuju pohon tersebut.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :