Foto Berbagai Kreasi Tumpeng ini Dizaz blog ambil saat acara lomba membuat tumpeng pada 17 Agustusan kemaren yang diadakan oleh sebuah komplek perumahan. Para pesertanya tentu ibu-ibu, coba kalau bapak-bapak yang bukan chef pasti lebih seru dan hasilnya lebih sembrawut, hahaha .

Kawans, kalau 17 Agustus di Sabtu-Minggu pertamanya itu coba aja keliling, pasti di setiap kampung, komplek perumahan, akan banyak ketemu acara lomba unik-unik. Kemaren itu ketemunya lomba tumpeng ini.

Tumpeng Gunung Polos

Foto di atas, seperti gambar tumpeng pada umumnya. Nasinya dibentuk menyerupai gunung, kemudian ada berbagai jenis lauk ditempatkan di salah satu kaki gunungnya, dan sayur mengelilingi gunung. Berhubung untuk lomba 17 Agustusan, telurnya dibuat berwarna merah putih dan tak lupa di puncak nasi ditancapkan bendera kecil.

Tumpeng Gunung Rame

Gambar di atas hampir sama dengan foto tumpeng sebelumnya. Tetapi sayur dan lauk lebih ramai mengelilingi gunung nasinya. Dan telur dihias, dibuat menyerupai bebek.

Tumpeng Tumpuk

Gambar tumpeng di atas hanya puncak nasi yang berbentuk kerucut atau gunung. Sedangkan bagian bawahnya dibuat seperti tumpukan kue tar. Kalau model tumpeng seperti ini, sepertinya perlu nasi kuning yang lebih banyak. Kreatif banget ya ibu-ibu, kancang panjang aja disusun sedemikian rupa menyerupai keranjang.

Tumpeng Tumpuk Bulat

Hampir sama dengan kreasi tumpeng sebelumnya. Hanya berbeda pada penyusunan sayuran dan penempatan lauk.

Soal rasa dari tumpeng-tumpeng tersebut, akunya ga tau, boleh motret doang bukan ikut nyicipin 😆 .

Menurut Wikipedia, tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk pauknya dalam bentuk kerucut, dalam sebuah tampah (wadah bundar dari anyaman bambu,) yang dialasi daun pisang, makanya disebut ‘nasi tumpeng’. Umumnya nasi yang dipergunakan adalah nasi kuning, tapi bisa juga nasi putih atau nasi uduk.

Tradisi membuat tumpeng saat kenduri, syukuran, atau peristiwa penting pada masyarakat Indonesia, khususnya pada masyarakat Jawa, Bali, dan Madura yang berkaitan dengan kondisi geografis, yang banyak mempunyai gunung berapi. Masyarakat jaman dulu percaya kalau gunung itu tempat bersemayamnya para dewa.

Kemudian, setelah masuknya agama ke Indonesia, tradisi tumpeng ini diadopsi saat mengadakan syukuran.

Secara keseluruhan, masyarakat Indonesia saat ini umumnya mengenal tumpeng. Pada masyarakat modern yang masih terikat tradisi, tumpeng ini juga ditampilkan diacara syukuran penting, walaupun acaranya berlangsung di hotel bintang 5, bukan di pinggir gunung 🙂 .